Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Kadishub Alfons Gelar Pertemuan Dengan Pemangku Kepentingan

Kadishub Alfons
Suasana pertemuan bersama antara Dinas Perhubungan, Kesehatan dan Kepala Distrik serta tokoh agama.

SENTANI – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, S.IP, M.KP, bersama Dinas Kesehatan dan Kepala Distrik menggelar pertemuan dengan Kepala-kepala Kampung, Ketua-ketua RT/RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat, di Halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Jumat (12/6) siang.

Pertemuan tersebut guna mengevaluasi kerja dari tim gugus tugas bagian klaster operasi yang sudah bekerja hampir empat bulan, serta membahas kesepakatan bersama untuk memasuki new normal di tiga wilayah yang berada di zona merah dan zona kuning, yang sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Ini (pertemuan) adalah mengevaluasi apa saja yang sudah kita kerjakan hampir selama empat bulan ini. Sebelum masuk ke new normal, memang ada pembenahan-pembenahan secara kerja-kerja kita di lapangan. Pertama, memang kerja ini tidak boleh secara sektoral. Cukup di tiga bulan atau hampir empat bulan ini kita lakukan sektoral dan hasilnya memang maksimal. Tetapi, ada beberapa catatan-catatan kritis yang diberikan oleh pemangku kepentingan, termasuk dari rekan-rekan wartawan,” kata Alfons Awoitauw kepada sejumlah awak media usai pertemuan tersebut, siang kemarin.

Pria yang juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Jayapura itu menambahkan, Dinas Perhubungan adalah instansi teknis yang mencoba untuk memahamkan semua masukan itu menjadi satu produk kegiatan yang akan dikerjakan di zona merah dan zona kuning.

“Kalau untuk zona merah dan zona kuning menurut arahan dari pak Bupati, bahwa kita pengetatannya disitu. Kita bukan bicara new normal, maka dengan sendirinya akan bersamaan mengarah kepada new normal,” ujarnya.

“Sehingga apa yang ditawarkan oleh pak Bupati terkait dengan gugus klaster operasi maupun beberapa klaster untuk melakukan edukasi protokol kesehatan di bagian zona merah dan zona kuning itu menjadi penting. Supaya dengan sendirinya kita juga sedang melakukan hal-hal yang berkaitan dengan new nomal. Itulah alasan yang mendasar hingga dilakukan pertemuan pada hari ini,” ucap Alfons menambahkan.

Selain itu, Kadishub Alfons menyampaikan, pertemuan yang dilakukannya itu bukan sekedar pertemuan biasa, namun pihaknya berusaha untuk mengeluarkan semacam satu SK tim bersama yang dinamakan tim kerja terintegrasi antara tim gugus Distrik, yang melibatkan semua perangkat pemerintahan yang ada ditingkat bawah. Baik itu, perangkat pemerintahan RT/RW maupun perangkat informal yang ada dibawah seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Sehingga pada saat kita turun lakukan sosialisasi maupun operasi Alat Pelindung Diri (APD) yang berhubungan dengan protokol kesehatan, serta membangun infrastruktur seperti tempat cuci tangan di berbagai wilayah kita yang memang belum dibangun itu menjadi kebutuhan bersama. Cuma mekanismenya adalah pengusulan dan penjadwalan, karena teman-teman ini ada di tiga wilayah. Yakni, di Distrik Waibhu, Distrik Sentani Timur dan Distrik Sentani saat menyusun hal-hal seperti itu akan dibantu oleh kami di Dinas Perhubungan,” katanya.

“Tetapi pada saat operasional, maka secara fleksibel akan bergerak sesuai dengan peruntukan kewilayahannya,” tambah Alfons Awoitauw.

Sementara itu, pria yang pernah menjabat Kepala Distrik Sentani itu menyampaikan, bahwa saat ini daerah Kabupaten Jayapura sebelum menjalani new normal, tetapi prakteknya sedang dicoba dengan turun langsung ke lapangan.

“Kita mencoba memasuki masa transisi. Kita harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidak terjadi penyebaran. Ini untuk kebaikan kita bersama dan ada poin-poin yang harus kita patuhi bersama. Jika itu tidak dipenuhi, tempat-tempat yang masuk zona merah dan kuning akan dilakukan edukasi protokol kesehatan. Kami akan mengawasi secara ketat, disiplin kuncinya,” kata Alfons Awoitauw lagi.

Dia menegaskan bahwa kunci kesuksesan new normal itu adalah kepatuhan masyarakat dalam mengikuti aturan atau protokol kesehatan.

“Dari pertemuan tersebut, ada sejumlah masukan dari kepala distrik, kepala kampung, ketua RT/RW dan rekan-rekan media. Masukan yang paling prioritas pertama itu adalah soal orang sedang bicara sosialisasi, tetapi sampai ditingkat bawah sosialisasi memang belum pernah kita sentuh dan secara organisasi kami di Dinas Perhubungan mengakui hal itu, karena kita hanya sampai pada titik-titik operasi saja,” ujarnya.

“Memang pernah kita lakukan sosialisasi di sekitar danau, tepatnya dua minggu lalu di akhir bulan Mei kemarin dengan mendatangi beberapa kampung seperti di Kameyakha namun itu tidak maksimal,” akunya menambahkan.

Untuk itu, kata Alfons, kepala-kepala kampung berharap agar sosialisasi ini lebih ditingkatkan lagi oleh tim klaster operasi.

“Karena selain tergabung dalam klaster operasi, tetapi kami di Dinas Perhubungan di dalam tugas operasi juga adalah melakukan sosialisasi dan pencegahan serta pengawasan. Dengan demikian, bagian ini menjadi poin penting dan pertama bagi kami. Jadi disiplin masyarakat adalah kuncinya, jangan merasa kebal terhadap virus Corona sehingga tidak pakai masker, bisa jadi masalah yang besar karena penyebaran Covid-19 ini sangat cepat. Untuk itu, mari kita sama-sama sadar dan disiplin,” tukasnya.

Artikel Terkait

Dishub Kabupaten Jayapura Peringati Hari Perhubungan Nasional 2020

Jems

Kadishub Alfons : Pemerintah Pusat Akan Kirim 2 Unit Bus Air Pada 31 Agustus

Jems

Wajib Swab Bagi Penumpang KTP Luar Papua

Jems

Mengganggu Pelayaran, PLN Diminta Rapikan Kabel Listrik di Kawasan Danau

Jems

Setelah 14 Hari Kerja, TGTT Dibawah Kordinasi Dishub Dievaluasi

Jems

Dishub Papua Limpahkan Kewenangan ke Kabupaten/Kota

Jems

Dishub Lakukan Pemantauan dan Sosialisasi Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah

Jems

Dishub Kabupaten Jayapura Akan Dibantu Kemenhub 2 Unit Bus Air

Jems

Pos Terpadu Harus Libatkan Tim Medis

Jems