Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Waket I DPR Papua Sarankan ODP Covid-19 Diberi Pengawasan Ketat, Jangan Karantina Mandiri

Jangan Jual Alkes
Waket II DPR Papua, Edoardus Kaize,SS

Jayapura, – Virus corona atau covid-19 semakin merajela di Tanah Papua, dan meskipun virus ini tidak dapat dilihat secara kasat mata, namun dapat merenggut nyawa manusia, jika tidak pencegahan secara dini.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka memang perlu dilakukan pengawasan secara ketat terhadap orang-orang yang sudah dinyatakan ODP atau Orang Dalam Pengawasan, dikarenakan statusnya memang belum jelas.

Oleh karena itu, Wakil Ketua II DPR Papua Edoardus Kaize, SS menyarankan, masyarakat yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) harus ditempatkan di satu tempat khusus yang diawasi oleh Tim Satgas Covid-19.

“Untuk ODP tidak boleh karantina mandiri, tetapi harus disediakan tempat khusus untuk penanganan secara serius,” kata Edoardus Kaize kepada wartawan lewat via ponselnya, Kamis (14/05).

Dijelaskan, alasan dirinya menyarankan agar ODP ditempatkan di tempat khusus yang diawasi oleh tim satgas covid, dikarenakan ODP ini statusnya belum jelas. Sehingga perlu antisipasi ketika hasil test swabnya positif.

“Kalau karantina mandiri kita kan tidak tahu yang bersangkutan benar di rumah atau tidak. Coba kalau selama menunggu hasil swab yang bersangkutan tidak tenang di rumah dan begitu hasilnya keluar positif. Bayangkan berapa banyak orang yang tertular. Syukur kalau negatif,” ujar Edo Kaize, sapaan akrab legislator Papua ini.

Selain itu, ia (Edo Kaize) juga meminta agar Satgas Covid-19 yang ada di daerah, harus lebih ketat mengawasi ODP. Dalam hal ini pemerintah atau Satgas Covid-19 harus siapkan tempat khusus karantina ODP.

“Kalau memang rumah sakit tidak memadai, pemerintah haru keluarkan uang. Lalu sewa hotel atau penginapan untuk dijadikan tempat karantina,” tandasnya.

Namun pada kesempatan ini, Edo Kaize juga mengucapkan terimakasih serta memberikan apresiasi kepada gugus tugas covid-19 baik provinsi kota maupun kabupaten yang sudah menjalankan tugasnya selama ini dengan baik.

“Begitupun para medis baik dokter, suster dan mantri yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19 di Papua. Dimana mereka juga sudah merawat pasien yang terpapar covid-19 dengan baik, sabar dan penuh keihklasan. Mereka-mereka ini lah yang pantas mendapat apresiasi dengan memperhatikan insentif mereka,” pungkasya.

Artikel Terkait

Bupati se Papua Diminta Terbitkan Perbup Disiplin Protokol Kesehatan

Bams

Pegawai Terpapar Corona, Kantor Bappeda Papua Ditutup

Bams

Kemenkes Turunkan Tim, Pantau penanganan Corona di Papua

Bams

PMI Papua Terus Berupaya Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Bams

Polres Waropen Akan Lebih Pertekat Protkes

Afrans

Tindak Lanjuti Inpres No.6, Pemda Waropen Gelar Rapat Internal

Afrans

Alami Defisit, Proyek Besar di Papua Ditunda

Bams

Pemuda Papua Jadi Agen Perubahan Covid-19

Bams

Kantor Pemerintahan di Papua Harus Bebas Dari Covid-19

Bams