Pasific Pos.com
Headline Olahraga

Persipura Hentikan Seluruh Aktifitas Tim

Jayapura – Kabar mengejutkan datang dari salah satu sponsor Persipura Jayapura, PT. Bank Papua menyatakan tidak dapat membayar sisa kontrak sponsorship sebesar Rp5 miliar. Akibat hal itu membuat manajemen memutuskan untuk menghentikan seluruh aktifitas tim hingga mendapatkan dukungan sponsor yang jelas dan pasti.

Kepastian itu disampaikan Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano melalui rilis yang diterima, Rabu (06/01/2021).

Menurut BTM panggilan singkatnya, dihentikan seluruh aktifitas dikarenakan situasi financial semakin sulit bagi tim untuk terus membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh official.

“Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak Rp5 miliar, jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan maret tahun lalu. Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT. Freeport, Kuku Bima, dan anggaran dari manajemen, walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan official,” kata BTM.

Pria yang menjabat Walikota Jayapura ini, sebelumnya memberikan ultimatum keras kepada Bank Papua dengan membayar sisa kontrak, bahkan pihaknya mengancam untuk perintahkan seluruh pegawainya untuk menarik seluruh tabungan di Bank milik pemerintah itu. Termasuk memberikan deadline hingga Senin 11 Januari mendatang.

“Kami sangat sayangkan situasi ini, padahal kita punya kesempatan untuk berlaga di AFC Cup 2021, karena tidak mungkin kita paksakan tim berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih dan official. Kami juga kaget kepastian Bank Papua yang tidak bersedia membayar sisa kontrak, padahal kami dengar yang disampaikan oleh komisaris utama adalah akan tetap ada dana untuk pembinaan pemain Persipura, walaupun kompetisi tidak berjalan. Tapi ternyata tidak bisa dibayarkan,”

BTM mengakui sudah beberapa kali meminta kejelasan dari Bank Papua yang telah menjadi sponsor cukup lama bagi Boaz Solossa dan kolega. Apalagi sampai manajemen telah mengirimkan surat, namun ternyata kepastian itu sirna, setelah mendapatkan surat balasan.

“Seandainya sejak awal disampaikan mungkin kita akan mencari jalan lain sebagai solusi. Jadi selama ini kita digantung-gantung terus untuk sesuatu yang ternyata tidak jelas, kita di PHP berbulan – bulan,” ungkapnya.

Dengan dipastikan Bank Papua tidak bersedia membayar sisa kontrak sponsorship, Persipura Jayapura tidak lagi memiliki sumber dana untuk beraktifitas. Terlebih adanya pandemic covid-19 membuat menurunnya ekonomi di semua sector.

“Sehingga kemampuan kita secara finansial juga menurun, apalagi ada kewajiban untuk tetap membayar gaji seluruh personil tim. Jadi setelah menerima surat dari Bank Papua tadi, kami langsung rapat manajemen dan diputuskan semua kegiatan tim dihentikan, sampai kapan? sampai dapat dukungan sponsor yang jelas dan pasti,” tuturnya.

Kendati demikian, manajemen tetap mengapresiasi atas kerjasama yang telah terjalin baik bersama Bank Papua. Sehingga diharapkan akan ada lagi kesempatan untuk bekerjasama kembali. Tak lupa pihaknya memohon doa dari masyarakat Papua untuk mendapatkan dukungan sponsor yang jelas dan pasti.

“Kami berterimakasih kepada PT. Freeport Indonesia dan Kuku Bima yang telah melunasi dan membayar seluruh nilai kontrak sesuai perjanjian kerjasama yang ditandatangani. Semoga kita tetap bisa bekerjasama lagi sebagai bentuk komitmen untuk membina anak-anak Papua melalui sepakbola, dan tetap membantu kami untuk mengangkat harkat dan martabat orang Papua,” pungkasnya.

Artikel Terkait

BTM : Dana Persipura Diaudit Setiap Tahun

Bams

Duduk Bersama Dengan Bank Papua, BTM Siap Buka-bukaan di Depan Media

Bams

Pemain Sudah Dikontrak, Persipura Siap Tampil di AFC Cup

Bams

PERSIPURA, SEBUAH ETALASE ETNIS

Pasific Pos

MUTIARA HITAM SESUNGGUHNYA KAU DIBENTUK DI ATAS SEBUAH RAKIT BERNAMA KONTIKI

Pasific Pos

Bank Papua Tetap Berkomitmen Mendukung Persipura

Bams

Bento : Persipura Bukan Ganti Persija

Bams

PERSIPURA SIAP BEBRLAGA DI AFC 2021

Bams

Rudi Keltjes : Edu Ivakdalam Pantas Jadi Pelatih Persipura

Bams