Pasific Pos.com
Headline

Papua Target Bebas Kasus HIV AIDS tahun 2030

Gubernur Lukas Enembe menandatangani pakta integritas sebagai komitmen dalam memutus mata rantai penyebaran virus HIV AIDS di Tanah Papua.

Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan bebas kasus HIV AIDS pada tahun 2030 mendatang. Saat ini di Papua terdapat 46.967 orang yang terinfeksi oleh HIV AIDS.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, masyarakat tidak boleh menutup mata terhadap penularan dan penyebaran HIV AIDS di Papua. Jika kita tidak melakukan langkah-langkah strategis, penyebaran HIV AIDS akan terus terakumulasi menuju angka yang sangat tinggi.

“Angka HIV AIDS DI Papua terdapat 46.967 orang. Angka tersebut sangatlah besar, untuk itu saya ingin mengajak seluruh stakeholder di Provinsi Papua untuk tidak hanya menunggu 1 tahun lagi duduk di kursi yang sama memperingati Hari Aids Sedunia tanpa merealisasikan satu pun aksi di masing-masing instansi. Jangan menjadi abdi negara yang hanya siap bertugas untuk sebuah seremoni, tapi bergeraklah dan ciptakanlah sesuatu yang dapat membantu Provinsi Papua dalam penanggulangan HIV AIDS,” ungkap Lukas Enembe pada Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) di halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, 1 Desember 2021.

Gubernur menyatakan, semua stakeholder harus komitmen dalam memutus mata rantai penyebaran virus HIV AIDS di Tanah Papua dengan target di Tahun 2030 nanti kita sudah terbebas dari ancaman virus ini.

“Saya selaku Gubernur Provinsi Papua bersama Jajaran Forkompimda Provinsi Papua dan segenap elemen akan menandatangani satu pakta integritas bersama, sebagai komitmen kita dalam memutus mata rantai penyebaran virus HIV AIDS di Tanah Papua,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Harian KPA Papua dr. Anton Mote bahwa HIV/AIDS masih ada dan kematian terus terjadi.  Dimana, angka kasus HIV/AIDS di Papua saat ini mencapai 46.967 kasus. Kabupaten Jayawijaya menjadi daerah tertinggi kasus HIV/AIDS di Papua dengan jumlah 528 kasus.

 

“Kasus HIV/AIDS di Papua meningkat tapi tidak signifikan. Masalah HIV/AIDS ini ibarat fenomena gunung es. Bongkahan es yang nampak yang terdata, sementara bongkahan es yang tak terlihat lebih banyak, yaitu mereka yang belum tahu statusnya, tapi sebenarnya sudah terinfeksi,” kata Anton.

Dengan fakta jumlah kasus HIV/AIDS itu, Anton meminta semua warga harus waspada terutama pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Kami juga minta para ODHA tetap percaya diri dan semangat, bangkit dan tetap kuat untuk mengikuti satu-satunya pengobatan yaitu dengan mengonsumsi ARV,” ucapnya.

Lanjut Anton, peringatan HAS kali ini juga menjadi momentum komitmen bersama antara pemerintah dan pihak terkait lainnya untuk memutus rantai penularan virus HIV/AIDS menuju Three Zero tahun 2030.

“Komitmen bersama dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS ini ditandai penandatanganan pakta integritas oleh Forkopimda Papua, KPA se-Papua, dan lembaga yang bergerak di bidang HIV/AIDS di acara ini,” bebernya.

Sementara itu, Amanda Wali yang menjadi ODHA sejak 2008 memliki sejumlah harapan pada peringatan HAS ini. Salah satu harapan terbesarnya agar HIV/AIDS berhenti sampai di dirinya saja, karena itu anak-anak muda Papua lainnya harus menjaga diri dari HIV/AIDS.

“Saya juga mau bilang ke teman-teman ODHA bahwa kita selalu punya harapan. Mari kita terus saling menguatkan. Kepada Pemda Papua saya harap agar obat ARV selalu ada, sehingga ODHa tetap hidup sehat dan beraktifitas normal,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait

RIPPP Harus Berdasar Pada Pendekatan Kewilayahan

Bams

Pempus dan Pemprov Susun Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua Tahun 2022-2041

Bams

Yunus Wonda : Perhatian Pempus Hari Ini Lebih Pada Keamanan Papua, Bukan Persoalan Gonta Ganti Pejabat

Bams

DPR Papua Bersama TAPD Gelar Rapat Perdana Bahas APBD 2022

Bams

FPK Papua Bantah Bicara Politik

Bams

Forum Peduli Kemanusiaan dan Ketua Peradilan Adat Sentani Diminta Segera Minta Maaf

Bams

Lukas Enembe: Jangan Mau Diadu Domba Hanya untuk Kepentingan Politik

Bams

HUT Pemprov Papua, Ini pesan Gubernur Lukas Enembe

Bams

Gubernur Papua Deklarasi Capres 2024, “HOAX”

Bams