Pasific Pos.com
Olahraga

Latihan Terbang Layang Terhenti Gara-gara Covid-19

Latihan Terbang Layang papua Terhenti
Pengurus Provinsi (Pengrov) cabang olahraga Terbang Layang untuk sementara menghentikan latihan terbang untuk menghindari penyebaran wabah Covid-19 yang sudah menjadi pandemic.

JAYAPURA – Pengurus Provinsi (Pengrov) cabang olahraga Terbang Layang untuk sementara menghentikan latihan terbang untuk menghindari penyebaran wabah Covid-19 yang sudah menjadi pandemic.

Ketua Harian Terbang Layang Paul Mnusefer mengatakan, dalam rangka menyiapkan atlet PON Papua, Terbang Layang sudah melakukan Training Center (TC) terpusat di Jogjakarta.

‘’Iya kami sudah TC terousat di Jogajakarta, tapi sementara tidak bisa latihan terbang karena gara-gara Covid – 19,”kata Paul Mnusefer ketika dikonfirmasi via telepon selulernya, Selasa (24/3/2020).

Paul mengaku, ijin terbang sudah diberikan oleh Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, hanya saja, untuk sementara pihak bandara tidak mengijinkan aktifitas untuk menghindari penyebaran wabah Covid-19.

“Kita sementara latihan fisik di lokasi hotel untuk menjaga kondisi kebugaran, apalagi, kasus persebaran Covid-19 sudah cukup mengkhawatirkan. Karena itu, latihan di hotel dinilai lebih baik,” ujarnya.

Paul menerangkan, Pengprov Terbang Layang menyiapkan 12 atlet putra dan putri. Mereka diharapkan nanti bisa menyumbang medali emas bagi kontingen Papua pada penyelenggaraan PON XX di bumi Cenderawasih.

Sementara itu, Pusat Latihan Provinsi (Puslatprov) KONI Papua memutuskan Training Centre (TC) atau Pemusatan Latihan PON tetap berjalan.
Ketua Puslatprov KONI Papua, Irham Waroihan mengatakan, training center (TC) tetap dilanjutkan ditempat masing-masing. Namun, peningkatkan dalam pengawasan atlet menjadi prioritas utama untuk menjamin kesehatan para atlet.

“TC PON tetap dilanjutkan ditempat masing-masing tempat, contoh di Jawa, Jakarta, Bali, Makassar termasuk di Papua. Kita akan tingkatkan pengawasan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Puslatprov bersama KONI juga akan memberikan penjelasan kepada orang tua dari para atlet, pencegahan yang tengah dilakukan bersama, termasuk akan menurunkan tim medis, memberikan sosialiasi terhadap pencegahan dampak dari virus corona kepada para atlet dan pelatih.

Artikel Terkait

PON 2020, Ribuan Atlet dan Ofisial Resmi Mendaftar

Bams

Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19, Lima Kabupaten Masuk Zona Merah

Fani

Kapolda Papua Imbau Masyarakat Untuk Tidak Mudik

Fani

Walau Hasilnya Negatif, Keluarga Pasien Covid Pertama di Papua Masih Dijauhi

Fani

Satgas Covid Papua Minta Bupati Mappi Umumkan Hasil PCR 21

Fani

Anggaran Covid-19 Papua Sudah Siap

Bams

Sumule : Kasus Covid-19 Di Papua Semakin Naik, Mencatat 45 Positif

Fani

Hasil Tes Covid-19, Atlet PON Papua Semua Negatif

Bams

Papua Tetapkan Tanggap Darurat Covid-19 28 Hari

Bams