Pasific Pos.com
Pendidikan & Kesehatan

300 APD RSUD Jayapura Sudah Tiba

300 APD RSUD Jayapura Sudah Tiba
Direktur Utama (Dirut) RSUD Jayapura, Aloysius Giay

Jayapura – Sebanyak 300 Alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis tangani Virus Corona atau Covid-19 di RSUD Jayapura sudah tiba.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Jayapura, Aloysius Giay mengatakan, APD ini siap melindungi seluruh tenaga medis yang bekerja di RSUD Jayapura.

“300 APD tiba Jayapura dua hari kemarin, siap untuk melindungi seluruh pekerja medis,” kata Aloysius Giay kepada wartawan disela-sela rapat koordinasi Covid-19 di Gedung Negara Dok V Jayapura, Selasa (24/3/2020).

Selain APD, pemerintah juga sedang memesan masker, kacamata dan alat kesehatan lainnya dan diharapakan dalam Minggu ini sudah tiba, sehingga bisa digunakan oleh para medis.

Diakuinya, tegana medis di RSUD Jayapura takut melayani masyarakat jika tidak ada alat-alat kesehatan pelindung diri. “Kami dua minggu ini berjuang mengurus kelengkapan kesehatan, karena petugas medis juga ketakutan jika tidak ada alat pelindung diri,” katanya.

Aloysius mengakui, hingga kini anggaran penanganan Covid-19 belum turun, tetapi sebagai pimpinan pihaknya harus mencari jalan keluar agar ketersediaan alat kesehatan pelindung diri harus tersedia di RSUD Jayapura.

Dikatakan, ruang isolasi di RSUD Jayapura terbatas dan tidak memenuhi standar. Namun, pihaknya sedang menyaiapkan 10 ruang Isolasi dan diharapkan bisa rampung dalam minggu ini.

“Kita baru bangun satu ruang Isolasi dan sudah digunakan satu pasien yang menderita tanda-tanda yang mirip gejala Covid-19. Sementara 9 ruang Isolasi lainnya akan rampung dalam Minggu ini,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mencegah virus Covid-19, pihaknya sudah memindahkan UGD untuk melayani pasien umum. “Kita siapkan ruangan khusus untuk melayani pasien corona ini, sehingga tidak memgganggu pasien lainnya,”tuturnya.

Pada kesempatan itu, mantan Kadis Kesehatan Papua ini mengimbau kepada stafnya untuk tetap semangat dalam bekerja walaupun mempertaruhkan nyawanya. Karena petugas kesehatan adalah garda terdepan di dalam menghadapi masalah virus Corona ini.

“Kami juga sudah mengusulkan agar ada penambahan intensif, mulai dari dokter, perawat dan penunjang lainnya,” tutupnya.

Artikel Terkait

Pasien Positif Covid-19 di Papua Jadi 18 Orang, 2 Pasien Kondisi Kritis

Fani

PB PON Tidak Punya Kewenangan Untuk Batalkan PON

Tiara

Satu Pasien Covid-19 Di Papua Meninggal Dunia

Pieter

Edo Kaize : Cegah Corona Lebih Penting Dari Pada PON

Tiara

16 Orang Positif Terpapar Covid-19 Di Papua

Fani

Pemkab Mimika Anggarkan 172 Miliar Untuk Perangi Corona

Pieter

Atlet Binaraga Papua Kesulitan Dapatkan Tempat Latihan

Bams

Pemprov Papua Perpanjang Masa Pembatasan Aktifitas Masyarakat

Fani

Jhon Rettob: Dua Orang di Timika Positif Covid 19, Masyarakat Jangan Panik

Pieter