Pasific Pos.com
Olahraga

Jelang PON XX, Koni Papua Gelar Palatihan Masseur

Koni Papua Masseur

Jayapura, Dalam rangka persiapan menghadapi PON XX tahun 2021, KONI Provinsi Papua menggelar pelatihan masseur/tukang pijat dari tanggal 12 hingga 15 Oktober mendatang.

Pelatihan yang diikuti 54 tenaga messeur dari 37 cabang olahraga, dibuka secara resmi oleh Wakil Sekretaris KONI Papua Daud Ngabalin di Aula KONI Papua, Senin, 12 Oktober 2020.

Dalam arahannya, Daud Ngabalin berpesan kepada para masseur bahwa pelatihan tersebut berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan Puslatprov dan KONI Papua pada masing-masing cabang olahraga.

“Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme setiap individu yang terlibat dalam rangka menuju PON XX. Sehingga KONI berharap keputusan yang dipilih oleh setiap cabor adalah yang benar-benar, sebab aspek paling penting dan sangat mendukung dalam semua cabor adalah messeur.

Menurutnya, setiap monitoring dan evaluasi ke hampir semua cabor yang menjadi perhatian kekurangan tenaga masseure. “Rekrutmen tenaga perempuan atau pria yang lakukan itu harus menjaga hal yang tidak diinginkan. Kita harus profesional dan itu adalah prinsip yang harus dipegang sama sama sehingga profesional bisa dijaga,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Puslatprov Papua, Letkol Inf Asep Supriyanto mengakui tenaga masseure sangat penting untuk menunjang dan membantu para pelatih dan asisten pelatih ketika para atletnya mendapatkan cedera dalam latihan.

“Ini sangat diperlukan sekali tenaga massure karena hanya beberapa orang saja, sementara cabor hampir semua butuh itu. Makanya dari KONI dan Puslatprov mengambil kegiatan ini bahwa mereka butuh meningkatkan kemampuan yang ada di setiap cabor kepada setiap asisten pelatih. Jadi ini cukup positif,” jelasnya.

“Kita tidak bisa mencari seorang massure untuk semua cabor karena akan membutuhkan dana yang besar, makanya mereka yang ada ini dilatih agar bisa merangkap. Kita tetap memperhatikan etika dengan menyesuaikan gender,” tambahnya.

Ditambahkan Ketua Panitia Tery Wanane mengungkapkan pelatihan ini melibatkan 54 tenaga massure, termasuk pelatih, asisten serta ofiical untuk menambah wawasan pengetahuan menangani cedera para atlet yang bisa memberikan dampak ke depan.

“Kegiatan ini sangat penting karena mendatangkan dua tenaga ahli yang saat ini tengah menangani tim Pelatnas dan diharapkan kepada semua yang ada dapat berikan waktu dan konsentrasi untuk mengikuti kegiatan yang dilakukan selama 4 hari ini secara baik,” pungkasnya.

Artikel Terkait

KONI Papua Utamakan PON

Pasific Pos

Jelang PON, KONI Papua Warning Atlet dan Pelatih

Bams

Kenius Kogoya : Pergantian Pelatih Hal yang Biasa

Bams

Atlet Jenuh, KONI Belum Izinkan Cabor Try Out

Bams

Koni Papua Akui Kesulitan Cari Pelatih

Bams

Masa Kepengurusan Habis, Koni Papua Deadline Enam Cabor

Bams

PON XX, KONI Minta Dukungan Adat

Bams

Pengurus Koni dan Atlet Papua Jalan Sehat Meriahkan Hari Olahraga Nasional

Bams

KONI Gandeng Pihak Ketiga Kelola Wisma Atlet

Bams