Pasific Pos.com
Pendidikan & Kesehatan

Wakil Ketua KPK Hadiri Kuliah Umum di Universitas Yapis Papua

Jayapura – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menghadiri Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi di Universitas Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Papua, yang diselenggarakan secara daring dan luring terbatas di Kampus Yapis, Selasa 22 November 2021.

Dalam kuliah umum tersebut Alex menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi KPK serta strategi pemberantasan korupsi. KPK, kata Alex, saat ini menerapkan tiga pendekatan yang disebutnya dengan trisula pemberantasan korupsi. Ketiga pendekatan tersebut, sambungnya, yaitu pendidikan, pencegahan, dan penindakan.

Pendekatan pendidikan, Alex menerangkan, dilakukan melalui salah satunya implementasi pendidikan antikorupsi pada setiap jejaring pendidikan.

“Kita didik anak-anak kita menjadi generasi berintegritas yang memegang nilai-nilai kejujuran, kerja keras dan lainnya,” ujarnya.

Alex juga mengingatkan kepada mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Yapis Papua untuk selalu menjaga integritas. Menurutnya, nilai-nilai integritas seperti kejujuran dan kerja keras harus ditanamkan kepada anak-anak didik sejak dini.

“Orang tua lebih khawatir anak-anaknya mendapat nilai matematika merah atau belum bisa membaca di kelas satu daripada karakter anak yang tidak mau antri,” ujar Alex.

Menurutnya ada yang perlu diperbaiki dengan sistem pendidikan demikian. Pembentukan karakter, ujarnya, harus dilakukan sejak dini. Sedangkan kemampuan akademik, katanya, bisa dipelajari hingga anak dewasa.

Lebih lanjut Alex mengutip data survey yang dilakukan KPK pada 2013 dalam studi pencegahan korupsi berbasis keluarga. Menurutnya, hasilnya mengejutkan karena kurang dari 10 persen keluarga di mana ayah dan ibu mengakui secara bersama-sama menerapkan nilai kejujuran untuk diinternalisasi di dalam keluarga.

Alex pun melemparkan pertanyaan terkait dosen yang menerima bingkisan dari mahasiswa.

“Boleh tidak?” Tanyanya

Menurutnya, kalau di Singapura praktik tersebut sudah termasuk korupsi. Karena dosen yang menerima hadiah dari mahasiswa ada kecenderungan untuk tidak adil.

“Berperilaku tidak adil itu bagian dari perilaku koruptif,” pungkas Alex.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Yapis Dr. Abdul Rasyid, S.Pd., MS.E., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa Universitas Yapis telah menerapkan pendidikan antikorupsi dalam mata kuliahnya.

“Sudah terlaksana implementasi pendidikan antikorupsi di Universitas Yapis Papua. Para dosen pengampu mata kuliah antikorupsi ini juga telah mengikuti ToT,” katanya.

Artikel Terkait

DKP Papua Serahkan Paket Bantuan Sarana Prasarana Perikanan

Bams

Tokopedia Bantu UMKM Papua Kantongi NIB untuk Kembangkan Bisnis Menjadi #YangLokalYangJuara

Bams

Sekda: GMKI Harapan Besar Pemerintah dan Masyarakat Papua

Bams

Ekonomi Biru Diharapkan Membawa Dampak Positif Bagi Papua

Bams

Lemhanas RI Buat Kajian Srategis Soal Papua

Bams

Pemprov Papua Apresiasi Pemberian Beasiswa Selandia Baru

Bams

Pimpin Upacara HUT RI, Lukas Enembe: Papua Harus Lebih Maju

Bams

Pencanangan 10 Juta Bendera Merah Putih Dari Timur Papua Untuk Indonesia

Bams

Pemprov Papua programkan donor untuk pastikan ketersediaan Stok Darah

Bams