Mantan Ketua DPC PKB Yahukimo Keberatan Terhadap Proses Muscab dan Penetapan Calon

Jayapura,- Dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali mencuat. Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Yahukimo, Nama Yorim Momiake S IP, dengan tegas menyatakan keberatan terhadap proses Musyawarah Cabang (Muscab) dan penetapan calon Ketua DPC yang menurutnya tidak berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta petunjuk teknis (juknis) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.

Padahal ungkap Yorim, ia telah mengikuti seluruh tahapan Muscab yang dilaksanakan PKB di Papua Pegunungan. Namun dalam pelaksanaan proses penjaringan dan penetapan calon di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Papua Pegunungan, tidak berjalan sesuai aturan organisasi.

“Kami mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan DPP. Tetapi dalam pelaksanaannya, banyak proses yang menurut kami tidak sesuai dengan juknis dan aturan organisasi yang berlaku,” ungkap Yorim kepada media di Jayapura, Rabu 25 Juni 2026, siang.

Ia menjelaskan, pada proses penjaringan Ketua DPC PKB Yahukimo terdapat tiga calon, yakni dirinya, Rulan Banal, dan Amsal Siep. Namun demikan ia mempertanyakan penetapan Amsal Siep sebagai calon karena yang bersangkutan disebut masih tercatat aktif sebagai Bendahara disalah satu partai di Papua Pegunungan.

Bahkan, Yorim mengaku telah menyampaikan keberatan sejak tahap pemberkasan, penetapan calon hingga pelaksanaan Muscab. Hanya saja, keberatan tersebut tidak mendapat perhatian dari panitia maupun pengurus DPW.

“Saya mengetahui bahwa yang bersangkutan ini masih aktif di partai lain. Karena itu saya mempertanyakan bagaimana proses verifikasi administrasi dilakukan,”cetusnya.

Selain menyoroti proses administrasi, Yorim juga mengaku kecewa karena adanya isu denominasi gereja yang menurutnya sempat digunakan sebagai pertimbangan dalam dinamika politik internal partai.

Menurut Yorim, PKB seharusnya menjadi rumah bersama bagi seluruh kader tanpa membedakan latar belakang gereja maupun kelompok tertentu.

“Partai politik tidak boleh dibangun berdasarkan sekat-sekat seperti itu. Semua kader memiliki hak yang sama untuk berkompetisi secara sehat sesuai aturan organisasi,”tandasnya.

Kendati demikian, Yorim menegaskan bahwa ia mengmenghormati mekanisme organisasi, tetapi penilaian terhadap kader semestinya didasarkan pada kinerja dan kontribusi nyata.

“Jika capaian saya sebagai Sistem Manajemen dan Struktur (SMS) partai berada di angka 97 persen dan itu diakui oleh DPP, maka seharusnya hal ini menjadi bagian penting dalam evaluasi,” tegasnya.

“Saya berharap ke depan tidak ada pencampuran kepentingan atau pendekatan yang membawa institusi gereja ke dalam urusan politik praktis dan pengambilan keputusan di tubuh partai,” sambungnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah dua kali mengajukan surat keberatan kepada DPP PKB di Jakarta. Surat pertama disampaikan setelah pembacaan hasil Muscab, sedangkan surat kedua kembali diajukan beberapa waktu lalu sebagai bentuk permintaan evaluasi terhadap seluruh proses yang telah berlangsung.

Meski demikian, hingga saat ini, ia mengaku masih menunggu tanggapan resmi dari DPP PKB.

“Untuk itu, saya memilih menempuh mekanisme organisasi. Saat ini saya menunggu keputusan DPP karena saya percaya DPP akan melihat persoalan ini secara objektif dan berdasarkan fakta yang ada,”jelasnya.

Yorim menjelaskan, bahwa keberatan yang ia ajukan bukan semata-mata soal jabatan, tetapi terkait penghargaan terhadap kaderisasi dan rekam jejak kader yang selama ini bekerja membesarkan partai.

Ia pun mengklaim telah berkontribusi dalam membangun struktur dan aktivitas partai di Yahukimo, termasuk saat membantu proses rekrutmen calon legislatif yang sebelumnya mengalami kendala.

Yorim menekankan, seharusnya kader yang telah lama bekerja dan menunjukkan kinerja nyata seharusnya menjadi bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan partai.

“Kami ingin aturan organisasi ditegakkan dan kader yang bekerja untuk partai dihargai. Harapan saya, keputusan yang diambil nantinya benar-benar berdasarkan aturan dan demi masa depan PKB yang lebih baik,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Yorim juga membeberkan, bahwa Ketua DPC terpilih Amsal Siep, saat ini menjadikan rumah Dinas sebagai kantor Sekretariat DPC PKB Yahikimo.

Terkait hal ini, ia meminta Bawaslu dan KPU Kabupaten Yahukimo untuk mencermati situasi tersebut secara jeli sesuai dengan kewenangan masing masing. (Tiara).

Related posts

Fauzun: Fatayat Beri Kontribusi Nyata

Bams

Didimus Yahuli Kembali Terpilih sebagai Bupati Yahukimo, Ungkap Syukur dan Apresiasi atas Suksesnya Pemilu 2024

Bams

Pesan Bijak Kolonel Beny Aprianto Kepada Seluruh Prajuritnya Di Lanud J.A.Dimara

Bams

Warga Kbusdori Kini Tak Kesulitan Air Berkat TMMD ke-123

Fani

Pemprov Papsel Ajak Masyarakat Kolaborasi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan 

Bams

Warga Mengeluh, Pemadaman Listrik di Waropen Tidak Sesuai Jadwal

Pasific Pos

Leave a Comment