Pasific Pos.com
Headline

Berita Hoax Gubernur Papua Banyak Beredar di Medsos

Pertemuan Pemerintah Provinsi Papua dengan pimpinan media cetak, online dan elektronik, Selasa (12/4)

Jayapura – Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Muhammad Musa’ad mengatakan sampai saat ini pemerintah provinsi masih terus memerangi pemberitaan-pemberitaan tidak berdasarkan fakta dan data yang sebenarnya.

Bahkan disayangkan, informasi tersebut disuarakan pula oleh pejabat, politisi dan akademisi di luar Papua.

Hal ini disampaikan Asisten II Setda Papua, Muhammad Musaad dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi Papua dengan para Pimpinan Redaksi media cetak, elektronik dan online di Aula Kantor Diskominfo Papua, Selasa (12/4/2022).

Menurut Musaad, informasi yang tak berdasar fakta dan data akurat itu juga kerap dijadikan sebagai referensi lalu kemudian diterima oleh khayalak umum.

“Saya banyak menemukan itu tentang berbagai informasi yang disebarluaskan tetapi ternyata tidak berdasarkan fakta dan data akurat. Hal ini banyak terjadi,” kata Musaad.

Oleh sebab itu, Musaad mengharapkan sinergitas antara Pemerintah Provinsi Papua dan Media yang sudah terbangun baik selama ini perlu terus ditingkatkan diefektifkan untuk menghalangi semakin berkembangnya berita maupun informasi salah tentang Papua.

“Jadi kegiatan ini penting sekali. Kami harap Media sebagai mitra strategis Pemprov Papua untuk menyuarakan kebenaran-kebenaran yang ada di Papua,” tegas Musaad.

Musaad juga mengaku selama ini Pemerintah Provinsi Papua sudah berkolabirasi dengan Media dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, tetapi masih perlu terus ditingkatkan.

“Jujur saja masih harus kita tingkatkan lagi, karena teranyata masih banyak hoax yang menguasai kita. Banyak hoa yang bisa mempengaruhi perilaku dan tindakan dari masyarakat di Papua,” tuturnya.

Meski sulit membendung hoax, Musaad menyatakan semua pihak tak boleh kalah dengan informasi miring yang tidak berdasarkan fakta dan kaidah atau norma yang seharusnya.

“Jadi kebenaran tidak boleh kalah dengan ketidakbenaran. Kebenaran itu jadi penting dan kita harus menyuarakan kebenaran,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Juru Bicara Gubernur Papua, Rifai Darus saat pertemuan dengan para pimpinan media yang di gagas Dinas Kominfo di Jayapura, Selasa (12/4/2022).

Menurutnya, penyebaran berita hoax di Papua saat ini tidak lagi hanya soal keamanan dan kedaulatan saja, tetapi sudah mulai menyasar orang nomor satu (gubernur).

Ia mencontohkan, berita hoax yang muncul di April 2022 yang mengatakan kondisi Gubernur Papua, Lukas Enembe sedang sakit parah.

“Padahal semalam gubernur sedang bertemu dengan anggota DPR Papua yang akan menyerahkan aspirasi masyarakat tentang pemekaran,” ujarnya.

Berita bohong terkait Gubernur Papua sebelumnya juga muncul di Februari tentang independent papuan movement dan Maret terkait syukuran atas kemenangan Lukas Enembe jadi Ketua DPD Partai Demokrat Papua.

“Tim kami selalu memantau hal-hal ini dan siap mengklarifikasi dengan memberikan informasi yang sebenarnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ujar ia, Gubernur sangat menginginkan peran media dalam menangkal berita-barita bohong di Papua.

“Saya percaya hanya teman-teman jurnalis yang dapat dipercaya dalam menyampaikan informasi yang positif,” katanya.

Artikel Terkait

Pemprov Papua Bangun ASN Profesional Menuju Birokrasi Kelas Dunia

Bams

Legislator asal Papua Himbau Masyarakat Sambut DOB

Bams

Launching Papua Jadi Provinsi Olahraga

Bams

Kabar Gubernur Papua dideportasi oleh Singapura Hoax

Bams

Kepala Perwakilan PBB Tinjau Program Kerjanya di Papua

Bams

Penyebaran Berita Hoax Catut Akun Kepala Biro Umum Papua

Bams

Pemprov Papua Komit Tekan Angka Pengangguran

Bams

Musprov KONI Papua Digelar 19-20 Mei 2022

Bams

Sejumlah wilayah di Kota Jayapura belum terjangkau siaran digital

Bams