Pasific Pos.com
Headline Info Papua

Anggaran Penanganan Covid-19 Papua Rp 312 Miliar

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua menganggarkan Rp 312 miliar untuk penanganan Covid-19. Anggaran itu digunakan untuk bantuan social, penanganan bidang kesehatan dan penanganan dampak ekonomi.

Dari total Rp 312 miliar, anggaran yang sudah terpakai hingga saat ini sebanyak Rp 250 miliar lebih. “Anggaran untuk penanganan Covid-19 Provinsi Papua, Rp 312 Miliar, yang sudah terpakai Rp 250 miliar lebih,” ujar Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua Welliam R. Manderi, pada Kegiatan Hubungan Kerjasama Kehumasan yang selenggaran Biro Umum dan Setda Provinsi Papua, Senin, 7 Desember 2020.

William mengatakan, kasus corona dan angka kematian masih terus meningkat, dimana data dari 17 Maret hingga 6 Desember 2020 jumlah terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 12.103 orang. Dimana, pasien yang masih dalam perawatan 1.590 orang, pasien sembuh 10.304 orang. Sementara pasien covid-19 yang meninggal 209 orang.

Oleh karena itu, anggaran pemerintah provinsi Papua untuk penanganan Covid-19, difokuskan pada pengutanan penanganan manajemen kesehatan dengan membantu rumah sakit pemerintah maupun swasta yang berada di kabupaten/kota se Papua.

Sementara untuk kegiatan perekonomian, sambungnya, pemerintah mempercepat belanja daerah terutama kegiatan yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan memiliki efek pengganda terhadap peningkatan daya beli masyarakat, seperti kegiatan pembangunan infrastruktur pada karya, dukungan UMKM dan pengembangan pasar daerah dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, katanya, kebijakan adaptasi new normal, pemerintah provinsi Papua memperkuat program pemulihan pasca Covid-19 dengan berkoodinasi dengan kebijakan pusat dalam pemulihan kondisi kesehatan, social dan ekonomi.

Jaringan pengaman social/perlindungan social untuk masyarakat terdampak covid-19 baik langsung maupun tidak langsung, serta intensif dan dukungan untuk penguatan ketahanan pangan terutama kegiatan yang dilakukan oleh Orang Asli Papua (OAP).

Selain itu, katanya, stigma Covid-19 masih menjadi masalah, sehingga membuat orang kabur saat diperiksa, sehingga dapat memperbesar resiko penularan di masyarakat.

Oleh karena itu, menghadapi stigma negatif adalah fokus pada apa yang bisa kita ubah, apa yang bisa membuat kita happy, membuat kita nyaman. Jadi abaikan saja dulu stigma-stigma negatif itu.

Bahkan kalau perlu, Wiliam menyarankan pasien positif Covid-19 untuk memaafkan orang-orang yang memberikan stigma negatif, karena mungkin belum memahami persoalan pandemi.

Lanjutnya, Satgas Covid-19 Papua punya target yakni menekan kasu dan kurangi potensi klaster baru. Sebab, hingga saat ini klaster yang telah muncul itu klaster transportasi, pasar dan perkantoran. Sehingga pihaknya mengantisipasi klaster baru yang akan muncul yakni klaster Pilkada serentak 2020, klaster pendidikan dan klaster tahun baru karena banyak event dan masa yang besar.

Artikel Terkait

Pemprov Papua Canangkan Vaksin Covid-19

Bams

Tahanan Dengan Gejala Covid Langsung Rapid Test

Arafura News

Tenaga Kesehatan Terpapar Covid, RSUD Tutup Layanan Umum

Arafura News

Legislator Papua : Jangan Manfaatkan Momentum Covid-19 Untuk Kepentingan Tertentu

Tiara

dr. Aron Rumainum Orang Pertama Divaksin di Papua

Bams

Musa’ad : Vaksin Diberikan pada Orang Sehat

Bams

Terkait Penerapan PSBB, Kapolres : Tindakan Tegas Tetap Akan Dilakukan

Arafura News

10 Orang Divaksin Lebih Dulu di Papua

Bams

Daerah Kasus Tinggi di Papua Jadi Prioritas Distribusi Vaksin Covid-19

Bams