Anggota DPR RI Tinjau Dapur MBG di Nabire

NABIRE – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Yan Mandenes, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa siang

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengelolaan program unggulan tersebut berjalan sesuai dengan standar sanitasi lingkungan dan kesehatan yang ketat bagi para siswa penerima manfaat.

Dalam kunjungan tersebut, Yan Mandenes diterima langsung oleh Korwil SPPG BGN Nabire, Marsel Asyerem. Ia melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh rantai proses, mulai dari tingkat kebersihan lingkungan dapur, kesiapan stok bahan baku hingga sistem penyajian makanan guna menjamin kualitas gizi yang diterima oleh anak-anak sekolah di wilayah tersebut.

Yan menilai program MBG telah memberikan dampak positif yang luas dalam membantu pemenuhan gizi anak sekolah di Papua. Namun, ia mengingatkan agar kualitas operasional dapur tidak boleh kendor.

Menurutnya, aspek teknis seperti kelayakan bahan baku dari sisi kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan.

Legislator Gerindra ini menekankan, tujuan utama Presiden Prabowo Subianto mendirikan dapur MBG untuk menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa rekrutmen pekerja di dapur-dapur tersebut harus memprioritaskan masyarakat lokal agar program ini memberikan manfaat ekonomi langsung bagi penduduk sekitar.

Selain tenaga kerja, Yan juga menyoroti pentingnya penyerapan pangan lokal. Ia mendorong agar dapur MBG menjadi pasar bagi para petani dan nelayan setempat. Dengan membeli hasil bumi dan tangkapan ikan dari masyarakat lokal, diharapkan terjadi perputaran ekonomi yang signifikan di tingkat bawah sehingga pedagang pasar dan peternak juga merasakan dampak dari anggaran negara.

Yan menjelaskan, skema ini sengaja dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi daerah. Jika sayur-mayur dan protein hewani diambil dari sumber lokal, maka uang akan tetap berputar di Nabire dan sekitarnya. Hal ini dianggap sebagai solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua di samping tujuan utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui gizi.

Terkait pelaksanaan ke depan, Yan menyarankan agar pemerintah daerah melakukan kolaborasi dan pengawasan yang lebih ketat. Ia juga mengungkapkan rencana untuk memperjuangkan perubahan Petunjuk Teknis (Juknis) khusus bagi wilayah Papua.

Perubahan ini mencakup penyesuaian satuan harga per porsi dan hak para petugas agar lebih relevan dengan kondisi geografis dan harga pasar di Papua dibandingkan dengan di Pulau Jawa.

Mengenai komposisi menu, Yan berencana merapatkan penambahan asupan nutrisi seperti susu yang mengandung vitamin D dan vitamin B dengan badan terkait.

Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas lauk-pauk secara bertahap, sembari memastikan proses pengolahan seperti pencucian sayur dan daging dilakukan dengan cara yang higienis agar makanan tetap segar saat dikonsumsi siswa.

Sebagai penutup, Yan Mandenes mengajak orang tua untuk mendukung program ini karena sangat meringankan beban ekonomi keluarga. Dengan anak-anak mendapatkan makanan bergizi di sekolah, orang tua dapat menghemat pengeluaran harian dan melakukan penghematan (saving money). Ia berharap tidak ada lagi keraguan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disajikan dari program MBG ini demi masa depan generasi emas Papua.(amd)

 

Related posts

Sekretaris KPU Nabire Bakal Dilaporkan Ke Polda Papua

Bams

AI Jadi Sorotan dalam Webinar Indibiz untuk Transformasi Pendidikan di Indonesia Timur

Fani

Polisi Limpahkan Pelaku Spesialis Penadah Motor Curian ke Kejari Jayapura

Fani

Jadi Korban Isu SARA, Jubir Paslon MARI-YO Ingatkan Politik Identitas Tidak Akan Membangun Papua

Jems

Kontak Senjata di Nabire, Prajurit TNI Luka Ringan

Fani

Konflik Intan Jaya Dipicu Isue Bom Di Dalam Patung Yesus

Fani

Leave a Comment