Bupati Sarmi Kecam Insiden Keributan Usai Pesta Rakyat HUT ke-24

SARMI‘,- Bupati Sarmi, Dominggus Catue, S.KM., M.Kes sangat menyayangkan insiden usai pesta rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Sarmi pada Selasa dini hari, 14 April 2026 yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab karena dibawa pengaruh minuman keras.

Atas kejadian itu, Bupati Sarmi, Dominggus Catue, dengan tegas meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas para pelaku untuk di proses hukum.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sarmi AKBP Ruben Palayukan, S.Pt.,S.I.K mengatakan, jika pihaknya akan menindak tegas para pelaku perusakan, sebab tindakan anarkis seperti ini tidak dibenarkan.

Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa awalnya kegiatan pesta rakyat yang berlangsung di Pasar Mararena berjalan tertib, aman dan lancar sejak sore hingga malam hari. Acara resmi berakhir sekitar pukul 23.00 WIT dan sebagian masyarakat mulai membubarkan diri dan kembali ke kampung masing masing dengan kendaraan yang sudah disediakan oleh panitia.

Hana saja, situasi berubah ketika sejumlah warga yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras terlibat perselisihan antar kelompok kampung, yang kemudian memicu keributan.

“Selain itu, ada tuntutan dari masyarakat, khususnya dari wilayah Pantai Timur dan Bonggo, yang meminta difasilitasi kendaraan untuk kembali ke kampung mereka. Namun hingga pukul 01.30 WIT, fasilitas transportasi belum mencukupi, sehingga memicu emosi dan keributan kembali terjadi,” ujar Kapolres ketika ditemtui media dia ruangan kerjanya, pada Selasa, 14 April 2026, siang.

 

Dalam kondisi tersebut, massa dilaporkan melakukan aksi perusakan dengan membakar kursi plastik, melempar fasilitas, serta merusak lampu jalan dan peralatan sound system, khususnya mixer. Sementara itu, Videotron dilaporkan dalam kondisi aman.

Aparat Polres Sarmi segera merespons dengan membubarkan massa dan berupaya menenangkan situasi. Untuk mengatasi tuntutan warga, pihak kepolisian akhirnya menyiapkan tiga unit truk guna mengantar masyarakat kembali ke wilayah Pantai Timur dan Bonggo.

“Sekitar pukul 04.00 subuh, masyarakat sudah difasilitasi untuk dipulangkan, dan situasi di sekitar Pasar Sentral Mararena kembali kondusif,” jelasnya.

Padahal, dari pihak panitia, setiap distrik itu sudah didata dan telah disiapkan sejumlah kendaraan Damri, dan truk, sementara sebagian masyarakat juga menggunakan kendaraan pribadi dari kampung dengan dukungan pengisian bahan bakar dari panitia.

Namun, diduga jumlah tersebut tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, jumlah masyarakat membludak sehingga masih banyak warga yang harus diangkut menggunakan truk polisi.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tapi kerugian material tetap terjadi akibat perusakan sejumlah fasilitas pesta rakyat.

Terkait insiden itu, saat ini Polres Sarmi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku, termasuk kemungkinan adanya provokator di balik kejadian tersebut.

“Kami akan menindak tegas jika ditemukan pelaku perusakan. Tindakan anarkis seperti ini tidak dibenarkan,” tegas Kapolres.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi atau keluhan dengan cara yang baik dan sopan kepada pihak penyelenggara.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan, sebaiknya disampaikan secara bijak agar dapat ditindaklanjuti, ”tandasnya. (Tiara).

Related posts

Peringati Isra Mi’raj, Wanita Islam Kabupaten Merauke Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Bams

Terus Kebut, Satgas TMMD ke-123 di Kbusdori Mulai Pasang Atap Seng

Fani

Tingkatkan Kreativitas Anak Di Momen Paskah Lewat Kids Easter

Bams

Serba Serbi Kunjungan Gibran Ke Papsel, Tunjukkan Kedekatan Dengan Masyarakat

Bams

Presiden Prabowo Jangan Rampas dan Rusak Hutan Adat Warbon

Fani

Bupati Jayawijaya Ikut Pentahbisan Uskup Mimika

Fani

Leave a Comment