Siswa SMA Plus Muhammadiyah Siap Lakukan Penelitian Ikut Ajang OPSI Tingkat Nasional
MERAUKE-Tahun ini siswa SMA Plus Muhammadiyah Merauke menunjukkan prestasi yang membanggakan melalui karya-karya hebat yang tengah diperlombakan pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional. Sebab dari lima proposal penelitian yang diajukan, empat di antaranya berhasil lolos dan siap membawa nama harum sekolah.
Adapun judul keempat proposal tersebut yaitu Problematika Tidak Adanya Penomoran Bangunan Resmi Di Kabupaten Merauke Dalam Wilayah Provinsi Papua Selatan yang ditulis oleh Ahmad Muslih dan Nurul Hidayah. Pemanfaatan Lembah Sekam Padi Sebagai Material Beton Ringan Di Kabupaten Merauke yang ditulis Ade Aila Ismi Qoiru Asyfa dan Zakiah Aziza Nur.
Pembuatan Telur Asin Dengan Pemanfaatan Abu Pembakaran Pelepah Kelapa (Cocos Nucifera) Yang Merupakan Limbah Organik Yang Melimpah Dan Kurang Dimanfaatkan yang ditulis oleh Nur Aliyah Novianti Afridah dan Alfida Fitriya Ningsih.
Berikutnya judul Penerapan Kue Cerdas Solusi Tepat Pada Anak PAUD Dalam Upaya Mengenalkan Huruf Sejak Dini yang ditulis oleh siswa atas nama Gita Putri Lestari dan Syafina Atika Wulandari. “Alhamdulillah, empat proposal siswa kami diterima di Jakarta, oleh sebab itu saya berharap penelitian yang akan dilakukan berjalan lancar dan memberikan hasil maksimal. Terima kasih kepada guru yang telah membimbing, semoga semua berjalan baik, tetap berdoa agar segalanya dilancarkan dan kita bisa tembus di tingkat nasional,”terang
Kepala SMA Plus Muhammadiyah Merauke, Muhammad Armin kepada wartawan di SMA Plus Muhammadiyah, Selasa (14/4).
Ia menjelaskan, setelah proposal diterima maka langkah selanjutnya adalah melakukan penelitian lapangan terkait dengan karya ilmiah yang dibuat. Sekolah akan memberikan dukungan penuh termasuk soal pembiayaan dan penyediaan waktu yang memadai. Lokasi penelitian berada di wilayah Taman Nasional Wasur dan laboratorium Unmus.
Siswa yang mengikuti lomba merupakan perwakilan dari kelas 10 dan 11. Ia mengungkapkan rasa bangga kepada para siswa tersebut karena berhasil mengikuti lomba hingga ke tingkat nasional dan berharap mereka bisa tampil dengan optimal. Apalagi selama 16 tahun usia sekolah, menurutnya baru kali ini siswa mengikuti lomba hingga di tingkat nasional.(Iis)
