Pasific Pos.com
HeadlinePendidikan & Kesehatan

Hisfardis Papua Tingkatkan Pengetahuan Para Apoteker Distribusi Terkait Produk Rantai Dingin

Pembukaan kegiatan workshop Hisfardis Papua ditandai dengan penabuhan tifa secara bersama. (Foto : Zulkifli)

Jayapura – Himpunan Seminat Farmasi Distribusi (Hisfardis) Papua menggelar workshop bertajuk Pengelolaan Produk Rantai Dingin Pada Sarana Distribusi.

Kegiatan digelar di Hotel Aston Jayapura pada Sabtu (8/6/2024) menghadirkan narasumber perwakilan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura, apt.Rany Lindiana selaku perwakilan PT Biofarma dan apt. Donald Tandiose selaku Plt Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Ketua Hisfardis Papua, apt.Novianty Yonathan menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan sejawat apoteker distribusi dan meningkatkan pengetahuan terkait pengelolaan produk rantai dingin pada sarana distribusi.

Dia berharap 50 peserta workshop yang merupakan apoteker dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik lantaran dinilai sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan mereka.

Novianty menjelaskan bahwa penanganan produk rantai dingin atau CCP sangat khusus terutama pada suhu.

Foto bersama peserta workshop Hisfardis.

“Sebagai apoteker distribusi, maka dibutuhkan pengetahuan lebih terutama bagaimana menjaga suhu ini tetap dalam ketentuan, mulai dari penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Organisasi Kadernisasi Keanggotaan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Papua, Eko Dwikaryo mengatakan, dengan adanya workshop ini, memberikan pengetahuan baru kepada para apoteker distribusi.

“Para apoteker distribusi bertugas menjaga mutu obat-obatan, terutama vaksin agar sampai ke masyarakat dalam keadaan masih segar dan baik, oleh karena itu workshop ini menambah wawasan mereka,” ucapnya.

Dwi menambahkan bahwa saat ini provinsi Papua dengan tiga daerah otonomi baru tercatat 1.258 anggota PD IAI Papua, yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan sebesar 92 persen dan pada sarana distribusi sebesar 8 persen.

Workshop diisi dengan materi pengawasan pengelolaan produk rantai dingin di sarana distribusi, kemudian sistem manajemen rantai dingin dan evaluasi pembinaan sarana distribusi kefarmasian tahun 2023-2024.

Hisfardis merupakan organisasi profesi dibawah PD IAI Papua, anggotanya seluruh apoteker penanggung jawab sarana distribusi obat dan alat kesehatan. (Zul)