Beli, Jual, dan Cicil Emas dalam Satu Aplikasi, Livin’ by Mandiri Permudah Investasi di Jayapura
JAYAPURA – Minat masyarakat terhadap kepemilikan emas terus berkembang seiring kesadaran untuk membangun dan menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Hal ini turut mendorong kebutuhan akan layanan investasi emas yang mudah diakses, fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan masing-masing masyarakat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Bank Mandiri menghadirkan Layanan emas (bulion) yang terintegrasi langsung di dalam super app Livin’ by Mandiri. Inovasi ini sejalan dengan penguatan ekosistem bulion Bank Mandiri setelah perseroan memperoleh lisensi kegiatan usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank Mandiri menjadi bank konvensional pertama di Indonesia yang memperoleh lisensi layanan emas, memperkuat komitmen perseroan dalam memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas melalui layanan perbankan yang terintegrasi.
Melalui layanan yang terintegrasi di Livin’ by Mandiri, pengguna kini dapat membuka tabungan emas, melakukan transaksi jual beli, mencicil, menitipkan hingga menarik emas fisik secara real-time 24 jam penuh tanpa harus berpindah aplikasi.
Regional CEO (RCEO) Region XII/PapuaBank Mandiri Antonius Budi Setiawan mengatakan, pengembangan layanan ini dirancang sebagai solusi perlindungan nilai dan akumulasi kekayaan serta mudah diakses untuk seluruh lapisan masyarakat.
Bank Mandiri menghadirkan pengalaman investasi emas yang tidak hanya mudah diakses secara digital, tetapi juga memberikan kemudahan bagi nasabah untuk memiliki emas dalam bentuk fisik. Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan finansial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperluas akses terhadap investasi emas,” ujar Budi, dalam keterangan resminya, Kamis (15/10).

Untuk memulai investasi, nasabah dapat membuka Tabungan Emas dengan setoran awal sebesar 0,02 gram atau sekitar Rp50.000, dengan pilihan produk dari merek terkemuka seperti ANTAM Logam Mulia dan HRTA GOLD Emasku. Pembelian selanjutnya dapat dilakukan mulai dari 0,005 gram atau sekitar Rp10.000, sehingga investasi dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing nasabah.
Nasabah juga dapat melakukan transaksi beli dan jual emas secara real-time serta memantau pergerakan harga langsung melalui aplikasi. Kemudahan ini memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk mengelola investasi emas dalam satu platform digital tanpa harus berpindah aplikasi.
Bagi nasabah yang ingin membangun kepemilikan emas melalui skema cicilan, Bank Mandiri menyediakan KSM Emas (Kredit Serbaguna Mandiri Emas). Fasilitas ini menawarkan skema bunga ringan dan cicilan bersaing, dengan harga emas yang dikunci (price lock) pada saat pengajuan. Setelah cicilan lunas, emas dapat menjadi saldo Tabungan Emas yang selanjutnya bisa ditransaksikan atau diambil dalam bentuk fisik.
Sebagai informasi, hingga Agustus 2026, Livin’ by Mandiri telah memiliki 42,1 juta pengguna terdaftar, menjadi salah satu fondasi bagi perseroan untuk memperluas jangkauan layanan finansial, termasuk investasi emas.
Ke depan, Bank Mandiri menyiapkan sejumlah inovasi lanjutan untuk melengkapi ekosistem bulion, antara lain Multiguna Emas untuk pengajuan pinjaman tunai dengan agunan emas, Autodebet Emas untuk memfasilitasi investasi rutin, serta Transfer Emas antar sesama pengguna Livin’.
“Kami berharap inovasi ini dapat mendorong masyarakat untuk membangun aset secara bertahap sekaligus mendukung penguatan ekosistem bulion nasional, sejalan dengan semangat Bank Mandiri untuk terus Tumbuh Bersama, Majukan Indonesia,” pungkas Budi.
Informasi lebih lanjut mengenai layanan emas Bank Mandiri dapat diakses melalui laman resmi bmri.id/tabunganemas.
