Minim Dokter Hambat Pelayanan Kesehatan di Pulau Numfor

NUMFOR,- Keterbatasan jumlah dokter masih menjadi kendala utama dalam pelayanan kesehatan di Pulau Numfor. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya layanan medis bagi masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dan memiliki fasilitas kesehatan terbatas.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud Duwiri, menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga dokter di Pulau Numfor sangat mendesak. Menurutnya, sejumlah puskesmas dan fasilitas kesehatan di distrik-distrik masih kekurangan tenaga medis, baik dokter umum maupun dokter dengan layanan spesialis dasar.
 
Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua. “Kunjungan gubernur diharapkan dapat membawa solusi konkret terhadap persoalan kesehatan yang selama ini dihadapi masyarakat Numfor,” ujarnya.
 
Daud menyebutkan masyarakat di Pulau Numfor sangat membutuhkan tambahan tenaga dokter. Dari lima puskesmas yang ada di wilayah tersebut, saat ini hanya tersedia empat dokter.
 
Menurutnya, dokter yang bertugas saat ini merupakan tenaga medis yang disediakan pemerintah pusat melalui program Dokter Nusantara. “Kondisi itu membuat pelayanan kesehatan di Numfor masih menghadapi berbagai keterbatasan,” terangnya.
 
Meski layanan kesehatan di Numfor telah berjalan selama 24 jam, namun sejumlah kendala masih ditemui di lapangan. “Pasien dengan kondisi kritis kerap harus dirujuk ke Biak karena keterbatasan alat kesehatan di puskesmas setempat,” jelasnya.
 
Daud juga menjelaskan, selain dokter umum, kebutuhan tenaga kesehatan lain juga dinilai sangat mendesak, seperti dokter gizi, dokter gigi, serta tenaga analis kesehatan. 
 
Termasuk, kata Kadis, Fasilitas penunjang pelayanan kesehatan lainnya juga masih sangat dibutuhkan guna meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
 
Pulau Numfor sendiri merupakan salah satu wilayah kepulauan di Kabupaten Biak Numfor yang memiliki tantangan geografis cukup besar. Akses transportasi dan distribusi tenaga kesehatan menjadi hambatan tersendiri dalam pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
 
Pemerintah daerah berharap melalui sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, kebutuhan tenaga dokter di Pulau Numfor dapat segera terpenuhi sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal dan merata.

Related posts

DOB Papua Selatan dan Tengah Terima RZWP-3K

Bams

Doa Bersama Lintas Agama di Papua untuk Pilkada Damai 2024

Fani

9 Dapur Makan Bergizi Gratis Beroperasi, Danrem 172/PWY: Akan Bertambah 21 April Nanti

Fani

Astra Motor Manokwari Kembali Laksanakan Donor Darah Tiga Bulanan

Fani

Setetes Darah Sambut Natal, Astra Motor SO Aimas Kumpulkan Harapan Kemanusiaan

Fani

Pemprov Papua Optimalkan Aset untuk Tingkatkan PAD

Bams

Leave a Comment