Dua Instruktur Dari Malang Akui Anak Muda Papua Punya Bakat Di Bidang Broadcasting 

MERAUKE -Peserta pelatihan life skill broadcasting untuk Orang Asli Papua (OAP) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan dinilai memiliki bakat dan kemauan yang kuat untuk menjadi seorang broadcaster profesional. Hanya saja butuh latihan secara terus menerus dan tekun agar kelak kemampuan yang telah terasah dengan optimal dapat diimplementasikan dalam dunia kerja.

 

Dua instruktur yang didatangkan pihak dinas langsung dari Malang Jawa Timur, Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A., CFP, CPSP, CRA, CLMA, CETP dan Anisa Rizki Sabrina, S.I.P., M.A mengaku salut dengan semangat anak muda Papua dalam mengikuti pelatihan, baik saat pemberian materi maupun praktek.

 

Kepada Pasific Pos di Sunny Day Inn Hotel, Jumat (16/10), Rizky menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan yang telah menyelenggarakan pelatihan untuk mengasah skill anak muda Papua di bidang broadcasting. Menurutnya, langkah ini menjadi sarana untuk mengembangkan SDM anak muda Papua dengan mengoptimalkan potensi dalam diri.

 

“Memang untuk keseluruhan peserta starting pointnya tidak sama, bahkan ada yang harus mulai dari nol. Kita mencoba mentreat mereka satu persatu, alhamdulillah setelah beberapa hari berlatih mereka sudah berani tampil dan bicara di depan umum,”ujar pria yang merupakan Dosen dan Kepala Subdirektorat Seleksi Direktorat Pendidikan Universitas Negeri Malang ini.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, peserta juga diajarkan membuat video dan diposting di media sosial. Tentunya dengan target video tersebut tidak hanya bagus tetapi juga banyak ditonton. Menurutnya, jika bibitnya sudah bagus maka harus dipupuk dengan baik. Untuk itu latihan secara rutin harus dilakukan sehingga potensi yang ada semakin terasah dan pada akhirnya mampu mengantarkan mereka pada kesuksesan.

 

Tidak dapat dipungkiri jika belum terbiasa dengan yang namanya broadcasting, public speaking, MC, pembaca berita dan lain-lain membuat orang terkesan tidak percaya diri untuk tampil. Tetapi ketika mereka telah memutuskan untuk mendaftar ikut pelatihan maka itu menunjukkan bahwa mereka memiliki bakat.

 

Pria yang pernah menjadi Duta Bahasa Nasional Tahun 2014 ini menilai, para peserta memiliki semangat untuk maju. Oleh sebab itu ketika dalam pelatihan mereka melihat temannya mampu tampil dengan sangat baik maka itu menjadi motivasi untuk dapat melakukan hal yang sama.

 

“Berkat treatment yang kita lakukan di dalam kelas, mereka akhirnya bisa dan mampu mengejar ketertinggalan. Ini yang selalu kita dorong karena semua pada dasarnya sama. Salutnya lagi, sesama peserta saling support. Ini sangat positif karena kita membuat iklimnya memang seperti itu,”jelas pemilik Certified of Public Speaking Profesional ini.

 

Hal senada diungkapkan oleh Anisa, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang ini merasa senang dapat bertemu dan menyapa pemuda pemudi asli Papua dalam pelatihan life skill. Perdana menginjakkan kaki di tanah Anim Ha, hatinya telah terpukau dengan antusias seluruh peserta selama mengikuti pelatihan.

 

“Saya salut dengan semangat mereka, begitu pula dengan talenta yang dimiliki harus selalu diasah, tumbuhkan keberanian dan yang tidak kalah penting, mereka harus diberikan kesempatan yang sama agar dapat maju dan berkembang,”ungkap Anisa.

 

Wanita yang juga penyiar radio edukasi, voice over talent dan host Podcast ini menambahkan, awalnya memang masih ada keraguan dan rasa malu untuk tampil namun seiring berjalannya waktu, seluruh peserta mulai percaya diri. Dengan demikian mereka telah memiliki pondasi yang kuat untuk mengembangkan bakat di bidang broadcasting.

 

Adapun beberapa materi yang diberikan dan wajib dipahami peserta antara lain dasar-dasar public speaking, penyiaran, teknik vocal, cara menggunakan kamera, menulis berita dan lain sebagainya. Anisa berharap pasca pelatihan seluruh peserta tetap memaksimalkan latihan dan tidak berhenti. Sebab berlatih tidak perlu menunggu hingga menjadi penyiar resmi namun dapat dilakukan sehari-hari.(Iis)

Related posts

Bentuk Toleransi, Umat Hindu Merauke Bagikan Makanan Dan Takjil Gratis Di Bulan Ramadhan

Bams

Satgas Ops Damai Cartenz Perkuat Pendekatan Humanis Lewat Patroli Sambang di Kiwirok

Fani

Safari Ramadhan Di Kampung Wonorejo, Wabup Singgung Soal Perbaikan Jalan

Bams

Kabupaten Raja Ampat Raih Penghargaan dari Kemendagri, Bupati Orideko Burdam Sampaikan Rasa Syukur

Bams

Pesan Bijak Kolonel Beny Aprianto Kepada Seluruh Prajuritnya Di Lanud J.A.Dimara

Bams

Lomba Gerak Jalan Indah Syar’i Sukses Digelar Wanita Islam Papua Selatan, Songsong Milad Ketiga

Bams

Leave a Comment