Pasific Pos.com
Kriminal

Selama Pademi Covid-19, Peredaran Narkotika di Papua Meningkat

Peredaran Narkotika di Papua Meningkat

JAYAPURA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan peredaran narkotika di Provinsi Papua meningkat selama pandemi Virus Corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan Kepala BNN Provinsi Papua, Brigadir Jenderal Pol Jackson Lapalonga, pada Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat anti Narkoba bersama Organisasi Masyarakat di Jayapura, Rabu (15/9/2020).

Kepala BNN Jackson Lapalonga mengatakan, selama pandemi Covid-19, terjadi peningkatan peredaran narkotika. “Selama pandemi Covid-19 memang peredaran dan penyalahgunaan narkoba meningkat, karena pengawasan dari aparat keamanan berkurang disebabkan sibuk untuk penanganan corona di Papua,” katanya.

Dijelaskan, oknum pengedar narkoba selama pandemi Covid-19 memanfaatkan jasa ekspedisi (pengiriman barang) untuk mengirim barang haram tersebut.

Dikatakan, pengiriman barang langsung ke rumah-rumah dan tidak terdeteksi lagi oleh aparat kemanan. “Sebanyak 99 persen pengedar narkoba di Papua saat ini gunakan jasa pengiriman barang dan kami BNN dan Polda Papua sudah melakukan analisi, dan kedepan akan bekerjasama dengan stakeholder untuk melakukan pengawasan secara ketat,” ujarnya.

Jackson menegaskan, untuk memerangi para bandar dan pengedar yang semakin merajalela, perlu dukungan pemerintah Provinsi Papua dan kabupaten/kota serta masyarakat.

Lanjutnya, jumlah penyalahguna narkoba di Papua terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Polda Papua selama tiga tahun terakhir (2017-2020) sebanyak 582 kasus.

Sementara data BNN Papua tiga tahun terakhir, penyalaguna ganja di 11 kabupaten/kota sebanyak 931 kasus dengan rata-rata penyalaguna usia 12-20 tahun (usia produktif) dan jenis narkotika yang digunakan adalah sabu-sabu, ganja dan lem.

Sejauh ini, katanya, jalur masuk narkoba ke Provinsi Papua dan kabupaten lain melalui jalur laut dan udara. Sehingga BNN akan bekerjasama dengan jasa ekspedisi maupun instansi terkiat untuk mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Papua.

Selain itu, BNN Papua selama ini gencar memberikan sosialisasi ke berbagai sekolah dan instansi di wilayah hukumnya, terkait bahaya narkoba. “BNN Papua tidak mungkin bisa mengatasi ini sendiri tanpa adanya kerjasama dari seluruh pihak. Ini tanggung jawab kita bersama,” paparnya.

Namun demikian, Jackson menegaskan jika BNN Papua juga meminta komitmen semua institusi serta instansi agar sama-sama memberantas Narkoba. Misalnya, melakukan kegiatan pencegahan dengan cara test urine secara berkala kepada masyarakat maupun di instansi pemerintah.

Artikel Terkait

Polda Papua Ungkap Belasan Kasus Narkotika Bernilai Ratusan Juta

Ridwan

Sedang Asyik Pesta Narkoba, Dua Pengedar Ditangkap

Arafura News

Di Kota Jayapura Polisi Ungkap 47 Kasus Narkoba

Ridwan

Sejak Covid-19 Jadi Ancaman, Tidak Ada Penyeludupan Di Pelabuhan Laut Jayapura

Ridwan

Pemilik Sabu Senilai 1 Miliar Berhasil Ditangkap Polres Jayapura

Jems

Dampak Dari Corona, Kasus Narkotika Menurun Derastis

Ridwan

BNN Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Ganja Sitaan Lapas Narkoba Doyo

Jems

Pakai Sabu, Seorang Pemuda Ditangkap

Ridwan

52 Personil Basarnas Bebas Narkoba

Arafura News