Pasific Pos.com
Olahraga

PB PON Kerja Maraton Menuju PON Papua 2021

Yunus Wonda

Jayapura – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB – PON) Provinsi Papua terus bekerja untuk memaksimalkan semua tugas dan tanggungjawab dalam menyiapkan kesiapan kesiapan menuju PON XX Tahun 2021.

Pasalnya, Sesuai keputusan Presiden Jokowi dalam pertemuan terbatas dengan Gubernur Papua Lukas Enembe baru-baru ini, bahwa PON Papua tetap dilaksanakan pada 2 – 15 Oktober 2021, atau sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Ketua PB PON Papua, DR. Yunus Wonda SH MH mengatakan, bagi pihaknya tentu banyak hal yang harus dikerjakan dalam waktu yang ada untuk menyiapkan segala sesuatu terutama terkait akomodasi.

“Akomodasi, baik di kota maupun di kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke yang menjadi fokus kita hari ini.
Lewat data data yang sudah disiapkan sudah dibuat semua. Kota Jayapura tidak ada masalah termasuk Kabupaten Jayapura juga tidak ada masalah,” kata Yunus Wonda lewat via telepon kepada Pasific Pos, Jumat (19/3).

Hanya saja lanjut Yunus Wonda, yang menjadi fokus hari ini adalah Timika. Dimana pihaknya masih harus bekerja marathon untuk menyiapkan segala kekurangan yang ada di Timiki. Salah satunya yaitu tempat tidur, tapi itu tidak ada masalah.

“Terkait dengan akomidasi ini, memang dari awal kami juga sudah lakukan komunikasi dengan semua elemen yang ada di daerah tersebut. Terutama masalah asrama mahasiswa, kos kosan yang memang sudah memenuhi standar. Itu kami sudah lakukan komunikasi dari awal dari tahun lalu, bagaimana kami bisa masuk untuk rehab,” ungkapnya.

Dikatakan, jika pihaknya memang sangat fokus kepada asrama-asrama, karena kami melihat ini moment kesempatan dimana kami bisa lakukan rehab

“Karena standar yang diminta oleh KONI Pusat kepada PB PON Papua adalah bagaimana menyiapkan tempat yang standar untuk direhab dengan standar bintang 3. Artinya ada bentuk bangunan, ada kamar dan juga standar pelayanan harus bisa sesuai dengan bintang 3,” ujar Yunus Wonda yang juga sebagai Wakil Ketua I DPR Papua.

Oleh karena itu kata Wonda, dalam beberapa hari kemarin, tim kami dari bagian akomodasi sudah mulai melakukan pertemuan dan langkah langkah dalam persiapan lelang dan seterusnya untuk lakukan rehab di tiap asrama asrama mahasiswa yang ada di Kota Jayapura.

“Kami sudah lakukan komunikasi dengan pihak Uncen, terutama di Rusunawa Uncen di Waena, agar tim kami bisa masuk untuk lakukan persiapan rehab, tapi mahasiswa Uncen disana tetap bersi keras menolak untuk dilakukan rehab,” bebernya.

Namun kata Yunus Wonda, pihaknya sangat memahami hal tersebut. Sebab kemugkinan besar para mahasiswa ini dalam posisi belum bisa menerima jika asrama mereka di rehab.

“Itu anak anak kita yang dalam posisi belum bisa menerima jika asrama mereka di rehab. Jadi apapun alasan mereka itu, kami terima, “tandas Yunus Wonda.

Dalam menyikapi polemik ini, sebagai Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda tetap memadang hal tersebut dari sisi postifnya saja.

Menurut Yunus Wonda, itu hak dari adik-adik mahasiswa dan prinsip hidup meraka sebagai penghuni di asrama tersebut yang harus sepakati oleh pihak Uncen.

“Kami kan pengguna, jadi harus minta persetujuan dari pihak kampus dan penghuninya lalu kami bisa masuk. Tapi karena kami melihat kondisinya seperti ini, maka kami tidak mau buat polemik lagi. Sehingga kami mengambil satu sikap, bahwa ok kami tidak pakai, sebab kami yakin anak anak kami disana mereka punya alasan tertentu. Dan alasannya itu, kami juga tidak mau mendalami terlalu jauh. Karena pada prinsipnya kami PB PON tidak bisa mengerjakan sesuatu yang masih ada persoalan,” tegas Yunus Wonda.

Kendati demikian tutur Yunus Wonda, pihaknya telah berkominukasi dengan Rektor Uncen dan pak Rekator juga menyampaikan terimakasih karena kami bisa lakukan rehab di asrama Uncen bawa.

“Jadi kami hanya fokus pada asrama Uncen bawa dan memang struktur bangunannya sudah cukup lama. Mungkin kita hanya pakai sekitar enam atau tujuh asrama karena sisanya itu anak anak mahasiswa ini kumpul dalam satu dua atau tiga asrama. Kami bangun komunikasi terus dengan anak anak mahasiswa ini. Intinya asrama Rusunawa Uncen atas tidak bisa dipakai, tapi asrama Uncen bawa mereka bersedia untuk di rehab,” jelas Yunus.

Yunus Wonda menambahkan, jika pihaknya tak ingin berandai andai. Tetapi kami akan selalu menjaga situasi Papua harus aman terutama di Kota Jayapura.

“Khususnya dalam rangka menjelang pelaksanaan PON XX di Bumi Cenderawasih ini. Sekali lagi terimakasih kepada pihak Uncen yang terus memberikan motivasi dan perhatian serta kerjasama dengan kami PB PON dalam pelaksanaan PON Papua 2021,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Alex Kapisa: Atlet Papua Bisa Berlatih di Venue PON

Afrans

PON XX, Papua Usulkan Inpres Baru

Afrans

Kenius Kogoya: Kontingen PON Papua Terbentuk Bulan Juli

Afrans

Perpani Papua Target Awal Mei Venue dan Asrama Panahan Harus Rampung

Afrans

PON XX, CdM Meeting II Resmi Ditutup

Afrans

PON XX, Seribu Lebih Wartawan Sudah Mendaftar

Afrans

Eltinus Omaleng Jamin Tak Ada Gangguan dari KKB Selama PON XX 2021

Afrans

PON XX, Papua Adalah Miniatur Indonesia Semua Suku Ada

Afrans

Kabupaten Jayapura Dinilai Sudah Siap Gelar PON XX 2021

Afrans