Pasific Pos.com
Kriminal Sosial & Politik

Legislator Papua Soroti Kasus Penembakan di Nduga dan Intan Jaya

Berbicara Tentang Otsus Harus Hati-Hati
Anggota Komisi I DPR Papua, Las Nirigi, SE.

Jayapura, – Anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Las Nirigi, SE turut menyoroti sejumlah kasus penembakan yang terjadi selama sepekan ini di wilayah Kabupaten Nduga dan Kabupaten Intan Jaya Papua.

Las Nirigi mengatakan, seperti yang terjadi di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga dimana ada satu karyawan PT. Dolarsa yang dikabarkan menjadi korban penembakan dari salah satu oknum TNI.

Oleh itu, legislator Papua ini meminta aparat keamanan dalam hal ini TNI/Polri untuk berhenti melakukan penembakan terhadap warga sipil yang tidak tahu menahu persoalan.

“TNI/Polri jangan tembak-tembak orang sembarang. Seharusnya sebelum mengacungkan senjata, aparat keamanan sebagai pelindung rakyat harus lihat baik-baik, apakah masyarakat yang sedang jalan-jalan itu lagi memegang senjata atau tidak. Kalau mereka memegang sesuatu itu baru bisa curiga karena mungkin itu lawan kalian. Tapi kalau tidak, jangan seenaknya main tembak Jangan masyarakat sipil yang tidak tahu apa-apa menjadi sasaran tembak dari kebrutalan kalian (aparat keamanan),” kata Anggota Komisi I DPR Papua, Las Nirigi, SE kepada Pasific Pos lewat via telepon, Jumat (9/10).

Menurutnya, ini merupakan masalah besar yang saat ini terjadi di dua kabupaten (Nduga dan Intan Jaya) serta sejumlah kabupaten lainnya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah segera sikapi masalah ini, jangan dibiarkan berlarut-larut yang nantinya korban makin bertambah. Dan segera tarik pasukan non organik dari Papua.

“Warga sipil yang sedang berada dalam kota Kenyam maupun yang ada di distrik-distrik tidak boleh dibunuh. Ini manusia tidak boleh dibunuh dan yang berhak mengambil nyawa manusia hanya Tuhan,” ujarnya.

Bahkan Las Nirigi mengaku, jika dirinya tak mengerti apa sebenarnya yang diinginkan oleh pemerintah pusat dengan mengirim pasukan non organik ke Papua.

“Kalau berseteruh dengan kelompok TPN OMP silahkan saling perang dengan mereka, tapi jangan masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi korban atas kebiadaban kalian,” tandas Las Nirigi dengan tinggi.

Politisi Partai Gerindra ini juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat dan para elit politik dapat memperhatikan dan menseriusi kejadian penembakan yang terjadi di dua kabupaten tersebut.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang mau memperhatikan nasib warga sipil yang ada disana. Apalagi saat ini warga masyarakat dalam ketakutan dan trauma, sehingga masyarakat butuh perhatian dari kami juga pemerintah untuk menghilangkan rasa trauma mereka,”ungkap Las.

“Jadi, Pemerintah pusat stop kirim-kirim pasukan ke Papua, dan pasukan TNI/Polri yang ada di Papua saat ini, sebaiknya ditarik kembali sebab kehadiran mereka hanya mengancam nyawa orang Papua,” timpalnya.

Artikel Terkait

Kembali Terjadi Penembakan di Intan Jaya, Negara Didesak Hentikan Pendekatan Keamanan Untuk Papua

Tiara

DPR Papua Bersama Komnas HAM RI Sepakat Kawal Proses Kasus Intan Jaya Hingga Tuntas

Tiara

Pansus Kemanusiaan DPR Papua Minta Tim Pencari Fakta Intan Jaya Harus Terbuka

Tiara

Ini Kata Ketua Tim Pencari Fakta Selama di Intan Jaya

Ridwan

Kapolda : Tinggal Menunggu Waktu Untuk Penindakan Terhadap KKB

Ridwan

KKB Kembali Beraksi Di Intan Jaya

Ridwan

Hentikan Kekerasan di Intan Jaya, Yan Mandenas : Mari Gunakan Ruang Dialog

Bams

Pansus Kemanusiaan DPR Papua Sampaikan Hasil Investigasi Penembakan di Intan Jaya

Tiara

Tim Pencari Fakta Intan Jaya Ditembaki KKB, Dosen UGM Jadi Korban

Ridwan