Pasific Pos.com
Info Papua

Kejati Minta Rekomendasi Gubernur Pulangkan 15 Jaksa yang Berada di Luar Papua

Kajati Minta Rekomendasi Gubernur papua
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo (kiri)

JAYAPURA,- Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo kepada wartawan di Kantor Kejati Papua mengungkapkan akan menyurati Gubernur Papua untuk meminta ijin dan rekomendasi memulangkan beberapa orang Jaksa yang berada di luar Papua.

“Kejaksaan Tinggi Papua, akan menyurati Gubernur Papua, Lukas Enembe, guna meminta ijin dan rekomendasi, agar bisa memulangkan sejumlah jaksa yang hingga masih tertahan di luar Papua pasca pembatasan Sosial yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua,” terangnya, Senin (27/4) siang.

Kata Kodomo, saat ini pihaknya telah menyurati secara resmi kepada Gubernur Papua. Mengingat ke 15 jaksa yang berada di luar cukup penting saat ini dalam menangani perkara.

“Hari ini (Senin-red), saya juga akan membuat surat kepada Gubernur untuk meminta rekomendasi beliau, supaya kita bisa pulangkan para jaksa yang masih tinggal di wilayah masing-masing akibat dampak virus corona,” ungkapnya.

Disinggung apakah dampak covid 19 saat ini mengganggu, menurutnya akttivitas pada Kejaksaan Tinggi Papua, tetap berjalan seperti biasa meskipun di tengah pendemi covid-19.

“Tidak ada kasus yang ditunda atau ditiadakan, proses tetap berjalan seperti biasa, hanya aktitivitas perjumpaan yang dikurangi dan melakukan pekerjaan dari rumah contohnya Pidum saat ini sedang sidang kasus Makar yang disidang di Balikpapan, tidak ada hambatan tetap jalan seperti biasa,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Bupati se Papua Diminta Terbitkan Perbup Disiplin Protokol Kesehatan

Bams

Pegawai Terpapar Corona, Kantor Bappeda Papua Ditutup

Bams

Kemenkes Turunkan Tim, Pantau penanganan Corona di Papua

Bams

PMI Papua Terus Berupaya Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Bams

Gubernur Diminta Lakukan Monitoring Yang Ketat

Tiara

Polres Waropen Akan Lebih Pertekat Protkes

Afrans

Tindak Lanjuti Inpres No.6, Pemda Waropen Gelar Rapat Internal

Afrans

Alami Defisit, Proyek Besar di Papua Ditunda

Bams

Pemuda Papua Jadi Agen Perubahan Covid-19

Bams