BBPOM Jayapura Pastikan Takjil Ramadhan Aman Dikomsumsi
Jayapura,- Untuk memastikan keamanan takjil yang akan di konsumsi masyarakat, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jayapura turun melakukan Intensifikasi Pengawasan Takjil yang dijual masyarakat selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah di sejumlah titik penjual takjil, salah satunya di depan Masjid Al Mahdi Angkatan Laut, Entrop Kota Jayapura pada Senin, 10 Maret 2026.
Pengawasan ini dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel dan pengujian langsung terhadap berbagai jenis takjil yang dijual oleh para penjual takjil itu.
Kepada pers, Kepala Balai Besar POM di Jayapura, Herianto Baan, S.Si., Apt, mengatakan pihaknya bersama tim dan juga DPW Kota Jayapura turun langsung ke lapangan untuk memastikan keamanan pangan yang akan dikonsumsi masyarakat.
“Kami melakukan sampling dan menguji secara langsung produk takjil yang beredar di masyarakat,”jelas Herianto kepada awak media usai lakukan pengawasan di sejumlah penjual takjil.
Ia menegaskan, pengujian itu dilakukan untuk memastikan takjil yang dijual tidak mengandung empat bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan olahan, yakni Rhodamin B, Methanyl Yellow, boraks, dan formalin.
“Tujuan dari sampling dan pemeriksaan ini adalah memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa produk takjil yang beredar aman untuk dikonsumsi dan tidak mengandung bahan tambahan yang dilarang,”ujarnya.
Pada kesempatn itu, Herianto menjelaskan hingga saat ini pihaknya telah melakukan pengambilan sampel terhadap 190 produk takjil, di mana 129 sampel telah keluar hasilnya dan seluruhnya dinyatakan negatif dari bahan berbahaya.
“Hasil sementara menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat berdasarkan parameter uji yang dilakukan dan tidak mengandung empat bahan berbahaya yakni Rhodamin B, Methanyl Yellow, boraks, dan formalin,” ungkapnya.
Dengan demikian Herianto Baan menegaskan, berdasarkan tren pengawasan beberapa tahun terakhir, produk takjil yang beredar di Kota Jayapura relatif aman untuk dikonsumsi.
“Kalau kita lihat tren di Kota Jayapura, selama beberapa tahun terakhir kami melakukan sampling, belum ditemukan produk takjil yang mengandung bahan berbahaya,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, bahwa pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan di Kota Jayapura, tetapi juga menyasar wilayah lain seperti Sentani, Abepura, Kotaraja, serta Jayapura Selatan, dan akan dilanjutkan ke Kabupaten Keerom serta beberapa daerah lainnya.
Untuk itu, selain memastikan keamanan bahan pangan, BBPOM juga mengingatkan para pedagang agar memperhatikan kebersihan makanan yang dijual.
“Kami juga mengingatkan para penjual agar lebih memperhatikan kebersihan makanan, misalnya memastikan makanan tidak dihinggapi lalat dan tetap terjaga higienitasnya,”pesannya.
Herianto mengatakan, dalam kegiatan inspeksi tersebut, pihaknya pun turut melibatkan Dharma Wanita Persatuan Kota Jayapura sebagai mitra dalam upaya sosialisasi keamanan pangan kepada masyarakat.
Menurut Herianto, DWP merupakan wadah perempuan yang memiliki peran penting dalam mengolah makanan bagi keluarga sehingga perlu mendapatkan edukasi terkait keamanan pangan.
“Kami melibatkan DWP Kota Jayapura agar ke depan dapat terjalin kerja sama yang lebih luas, termasuk sosialisasi mengenai obat dan makanan kepada para anggota sehingga informasi ini bisa terus disebarluaskan kepada masyarakat,” ujar Herianto.
Ia juga mengatakan, bahwa kegiatan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dilakukan dalam lima tahap selama lima minggu, termasuk setelah perayaan Idulfitri.
Herianto menambahkan, pihaknya lakukan itu karena pada periode Ramadan hingga Idul Fitri biasanya terjadi lonjakan kebutuhan pangan olahan di masyarakat, sehingga pengawasan perlu diperketat untuk mencegah peredaran produk kadaluarsa, rusak, atau tanpa izin edar.
“Dengan pengawasan ini kami ingin memastikan bahwa produk pangan olahan yang beredar di masyarakat itu benar-benar aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat membeli maupun mengonsumsi makanan tersebut,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Ketua DWP Kota Jayapura, Nani Iriani M. Karim, menyampaikan apresiasi kepada BBPOM Jayapura atas upaya pengawasan keamanan pangan di Kota Jayapura.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai POM yang telah memperhatikan kebutuhan masyarakat Kota Jayapura dalam hal keamanan dan kenyamanan makanan yang beredar, khususnya selama bulan suci Ramadan,”kata Nani.
Namun ia berharap kegiatan pengawasan ini dapat terus dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan makanan yang aman dan layak dikonsumsi. (Tiara).
