Buka Sekolah Modeling, Yuliana Fonataba Siapkan Wadah Salurkan Bakat Anak Muda Papua Selatan
MERAUKE-Yuliana Fonataba menjadi sosok penting atas berdirinya YF Modeling and Beauty Camp di Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Impian mulia yang tertanam dalam hatinya mendorong dirinya mewujudkan sebuah sekolah modeling yang menjadi wadah bagi muda mudi bahkan anak-anak untuk mengembangkan bakat. Bahkan tidak hanya modeling, ia juga mengajarkan tentang public speaking lserta pengembangan diri.
Di usia muda, wanita yang juga mantan model ini berhasil mewujudkan harapan murid-muridnya untuk mengembangkan bakat dengan sarana dan prasarana yang memadai. Meskipun jauh di ujung timur, tidak menyurutkan semangat seorang Yuliana untuk menghasilkan model-model berbakat dan tidak kalah dengan daerah lain.
Siapa sangka, di awal pembukaan sekolahnya mampu menarik banyak peminat dan tetap konsisten mengikuti pendidikan hingga sekarang. Yuliana yang pernah menjadi Putri Indonesia perwakilan Papua sekarang menetap di Kabupaten Merauke mengikuti sang suami yang berprofesi sebagai TNI AD.
Ia juga meninggalkan karirnya sebagai presenter di salah satu TV nasional di Jakarta (SCTV) untuk fokus mendampingi suami di bumi Anim. Ha. Namun sebagai sosok yang dikenal aktif tentunya Yuliana tidak ingin terus berdiam diri. Oleh karena itu di sela-sela aktivitasnya sebagai ibu Persit, ia meluangkan waktu untuk mengelola sekolah modeling.
“Saya berpikir apa yang bisa saya lakukan selama stay di Merauke dan ada dampak positif untuk orang lain. Dengan bermodalkan kemampuan public speaking, personal branding dan latar belakang sebagai model, akhirnya tercetus ide untuk mengkolaborasikan ketiganya dalam sebuah sekolah atau tempat kursus.
Tak disangka, untuk gelombang pertama sudah 11 orang yang mendaftar dan ini luar biasa menurut saya karena ternyata banyak peminatnya di Papua Selatan, “ungkap Yuliana kepada Pasific Pos di Cafe Trinity, Sabtu (25/7).
Wanita bertubuh tinggi semampai ini menjelaskan, untuk sementara ia masih menyewa tempat di salah satu sanggar senam di wilayah Spadem. Namun ke depan ia akan berupaya mencari tempat yang permanen dan strategis untuk sekolahnya sehingga para murid bisa lebih nyaman dan leluasa.
Untuk jadwal kursus disesuaikan dengan waktu luang peserta didik sehingga ditetapkan pada Hari Sabtu dan Minggu dengan durasi selama 2 jam. Untuk anak-anak dimulai jam 2 siang sedangkan dewasa pada jam 4 sore.
Dari pengamatannya, jumlah peserta wanita lebih mendominasi dari yang pria sehingga besar harapan di waktu-waktu mendatang peserta pria bisa bertambah. Perlahan namun pasti, Yuliana mampu mengembangkan sekolahnya dengan cukup signifikan, bukti bahwa usaha yang keras akan memberikan hasil yang memuaskan.
Ia menilai anak-anak Papua di wilayah selatan memiliki banyak talenta yang harus terus diasah sehingga menjadikan mereka lebih profesional. “Mereka itu keren dan berkualitas kalau soal bakat. Semoga ke depan semakin banyak yang bisa saya rangkul di sekolah saya dan mereka bisa berhasil sesuai bakat masing-masing.
Bahagia rasanya ketika melihat anak didik saya bisa menamatkan pendidikan di YF Modeling and Beauty Camp. Melihat mereka tampil di atas panggung saat graduation, benar-benar kebanggaan buat saya,”‘tukasnya sambil tersenyum.
Sekedar diketahui, Yuliana semasa kuliah dulu pernah aktif sebagai model di Yogyakarta lalu hijrah ke Jakarta. Ia sering mengikuti berbagai lomba dan event bergengsi sehingga mendapatkan beasiswa untuk mengikuti kursus di salah satu sekolah modeling ternama di Yogyakarta. Berbagai pengalaman inilah yang membuat dirinya termotivasi untuk melakukan hal yang sama di tanah selatan. (iis)
