Bangun Jembatan Garuda, Komitmen TNI AD Dukung Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan

MERAUKE– Semangat pembangunan kembali ditegaskan melalui kegiatan GROUND BREAKING (peletakan batu pertama) Jembatan Garuda di Kampung Chandra Jaya Distrik Kurik Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan, Kamis (2/4) dengan tema “Indonesia Maju Melalui Karya Bakti TNI-AD”. Kegiatan tersebut menjadi simbol nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infra struktur di wilayah perbatasan dan daerah terpencil.

Kegiatan dipimpin oleh Pangdam XXIV/Mandala Trikora Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si diikuti ratusan personil dari Kodim 1707/Merauke, unsur pemerintah daerah dan masyarakat. Pangdam menegaskan, pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antar wilayah. Dengan terbangunnya Jembatan Garuda, diharapkan mobilitas masyarakat, distribusi logistik serta roda perekonomian dapat berjalan lebih lancar, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua Selatan.

Dandim 1707/Merauke Letkol Czi Dili Eko Setyawan, S.Ak., M.Han menjelaskan bahwa jembatan yang akan dibangun di Kabupaten Merauke mencakup 6 titik salah satunya di Kampung Chandra Jaya yang tentunya sangat membantu masyarakat mempermudah transportasi.

Sementara itu Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu menyampaikan, pembangunan jembatan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas dan membuka isolasi wilayah, khususnya di kawasan pertanian. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan TNI atas dukungan nyata dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pelayanan masyarakat.

Ferdinandus mengemukakan, Pemprov Papua Selatan mendukung dan mensuport TNI manunggal dalam membangun provinsi ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan pembangunan jembatan karena membantu memudahkan aksesibilitas pelayanan masyarakat terutama di wilayah transmigrasi.

Selain itu membuka akses perekonomian baru yang hingga kini masih terhambat. Meskipun aksesibilitas dari kota ke wilayah transmigrasi masih banyak kekurangan, banyak infrastruktur yang rusak. “Ini menjadi tugas kami untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten /kota, terutama Kabupaten Merauke agar dalam perencanaan, memprioritaskan jalan dan jembatan,”ujarnya.

Ketua DPRP Papua Selatan, Heribertus Silvinus Silubun menambahkan, Jembatan Garuda bukan sekadar infra struktur penghubung tetapi juga penggerak utama aktivitas masyarakat. Jembatan ini akan mempermudah akses menuju fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, serta jalur distribusi hasil pertanian. Ia berharap keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga setempat.(iis)

Related posts

Terkait Perbedaan Awal Ramadhan, MUI Papsel Himbau Umat Islam Tetap Jaga Persatuan

Bams

Di Momen Pengajian Akbar, Wakil Bupati Merauke Sampaikan Apresiasi Kepada Majelis Taklim

Bams

Amankan Mudik Dan Lebaran, Kapolres Minta Personil Bertindak Humanis

Bams

Satgas Damai Cartenz Dalami Kelompok Kriminal Politik di Papua

Fani

Kabupaten Mimika Segera Luncurkan SSH di Hardiknas 2025

Fani

PLN Jalin Kerjasama Strategis dengan Kejati Papua Barat

Fani

Leave a Comment