Ini Penjelasan Plt Kepala Distrik Sarmi Terkait Insiden Pasca Malam Perayaan Pesta Rakyat 

SARMI, – Insiden yang terjadi usai perayaan pesta rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Sarmi pada Selasa, 14 April 2026 dini hari, yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat secara brutal karena dipengaruhi minuman keras, kini ditanggapi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Sarmi, Hendrina Lusi. J. Marisan.

Menurutnya, kejadian itu dipicu karena ketidakpuasan sebagian masyarakat terkait transportasi untuk kembali ke kampung, tapi juga dibawa pengaruh minuman keras (Miras).

“Kronologi kejadian insiden tersebut mulai terjadi sekitar pukul 01.00 WIT, sesaat setelah acara pesta rakyat selesai. Jadi kurang lebih sekitar jam 01.00 dini hari, itu memang ada ketidakpuasan masyarakat terkait transportasi. Bajkan, sempat ada yang melempar ke arah panggung, tetapi saat itu masih bisa kami atasi karena masih ada pihak keamanan berpakaian preman di lokasi,”ujar Lusi sapaan akrabnya, saat diwawancarai media di Sarmi, pada Selasa, 14 April 2026.

Setelah kejadian tersebut lanjutnya, panitia pun langsung mengarahkan masyarakat ke tenda VIP untuk dilakukan pendataan oleh pihak Dinas Perhubungan. Dari hasil pendataan, tercatat sebanyak 25 kendaraan pribadi milik warga yang digunakan untuk datang ke lokasi acara.

“Dari jumlah itu, masyarakat membutuhkan sekitar 11 truk untuk mengangkut mereka kembali ke kampung masing-masing,”tuturnya.

Lusi mengatakan, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan bendahara dan Sekretaris Daerah (Sekda) yang tiba di lokasi sekitar 5 hingga 10 menit setelah dihubungi.

“Proses pembayaran dilakukan setelah kendaraan diarahkan ke lokasi dan masyarakat sudah naik, untuk menghindari adanya pendobelan pembayaran,”terangnya.

Hanya saja kata Lusi, dii tengah proses pembayaran kendaraan, situasi sempat kembali memanas akibat adanya sekelompok pemuda dalam keadaan mabuk meluapkan kekecewaan dengan berteriak.

Plt. Kepala Distrik Sarmi itu pun menyayangkan minimnya kehadiran aparat keamanan saat itu sehingga kondisi sempat tidak kondusif.

Setelah proses pembayaran berjalan, dirinya bersama beberapa pejabat lainnya meninggalkan lokasi karena menganggap situasi sudah aman. Namun sekitar pukul 01.30 WIT, ia menerima informasi bahwa kondisi di area Pasar Mararena kembali tidak kondusif.

Menurutnya, lonjakan massa yang tinggi menjadi salah satu faktor utama. Meski pemerintah telah menyiapkan banyak kendaraan tapi juga banyak masyarakat yang datang pada menggunakan kendaraan pribadi maupun secara mandiri. Sehingga masyarakat yang tidak terdata di panitia, mereka mengalami kesulitan transportasi saat kembali ke kampungnya.

“Panitia sudah berupaya semaksimal mungkin menyiapkan kendaraan dan konsumsi namun antusias masyarakat yang begitu tinggi, ada yang datang secara mandiri sehingga saat pulang tidak mendapatkan kendaraan. Hal inilah yang kemudian menimbulkan kebingungan dan berujung pada kejadian yang tidak diinginkan,”jelasnya.

Ia menambahkan, padahal pemerintah telah berupaya memfasilitasi pemulangan warga, termasuk mendata dan memberikan bantuan biaya BBM bagi kendaraan pribadi. Bahkan, sejumlah kendaraan pribadi akhirnya difasilitasi untuk mengangkut masyarakat kembali ke wilayah masing-masing.

Selain itu, juga dikerahkan kendaraan tambahan untuk membantu proses pemulangan warga. Meski demikian, pihaknya sangat menyayangkan keterbatasan personel keamanan saat di lokasi kejadian. (Tiara).

Related posts

Dukung Asta Cita Swasembada Pangan, Pertamina Penuhi Kebutuhan BBM Subsidi Petani Merauke

Bams

Safari Ramadhan Di Kampung Yasa Mulya, Wabup Ucapkan Terima Kasih Dan Minta Dukungan

Bams

Terkait Pembelaan Diri Dari Tindak Kejahatan, Ini Penjelasan Kapolres Merauke

Bams

Restocking Arwana Irian, Cahyono : Sesuai Titik Habitat Alami

Fani

Tokoh Pemuda Tolikara Apresiasi Terobosan Bupati Marthen Kogoya Melalui Aplikasi SIMARA

Bams

Sambut Nataru, Kepala Suku Besar Maybrat Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Bams

Leave a Comment