Wabup Fauzun Minta Halaqoh Pemuda Nadlatul Ulama Lahirkan Gagasan Bangun Merauke
MERAUKE-Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah mengharapkan halaqoh Pemuda Nadlatul Ulama dapat melahirkan gagasan-gagasan dan pemikiran bersama untuk membangun Kabupaten Merauke karena pembangunan yang dilakukan tidak hanya pembangunan fisik atau infrastruktur tetapi juga pembangunan kualitas manusia.
“SDM yang baik harus sama-sama kita bangun, di antaranya kelompok pemuda. Tidak bisa hanya berkata, apa yang telah Merauke berikan kepada kita tetapi harus berkata, apa yang bisa kita lakukan untuk pembangunan di Merauke, ” tukasnya pada pembukaan halaqoh Pemuda Nadlatul Ulama Kabupaten Merauke di Hotel Megaria, Jumat (30/10). Adapun tema yang diusung yaitu “Santri dan pemuda meneguhkan spirit kepemudaan, merawat kebangsaan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah”.
Wabup menegaskan, masih banyak persoalan di Merauke yang belum tuntas di mana masih banyak masyarakat yang perlu disentuh. Di sinilah pemuda mengambil peran dan para pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan harus bersinergi serta menguatkan satu sama lain.
Pemerintah daerah dengan berbagai program juga turut bekerja, dalam hal ini melalui Dispora yang menekankan pada program peningkatan kualitas dan skill pemuda. Bahkan terdapat program khusus untuk membantu modal usaha pemuda yang bersumber dari dana otsus untuk pelatihan usaha bagi anak muda asli Papua.
Menurutnya, peluang cukup banyak namun tantangan yang dihadapi juga cukup besar. Jadi pemuda harus dapat menghadapi semua itu. Jiwa-jiwa muda tidak hanya sebatas di kampus tetapi merambah hingga keluar kampus dalam rangka menyamakan visi misi membangun Merauke agar lebih maju dan sejahtera.
Sementara itu Aziz Hakim selaku Pengurus PP Ansor masa khidmat 2015-2024 dan 2024-2029 serta Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI menyampaikan, potensi Kabupaten Merauke sangat luar biasa dan Merauke dapat dianggap sebagai wajah keberagaman Indonesia, ruang perjumpaan suku, agama, budaya dan masyarakat adat.
Selain itu Merauke juga sebagai ruang pengabdian kebangsaan. Ia menegaskan, pemuda sebagai penjaga perdamaian, penggerak pendidikan dan mengawal keadilan sosial. Ada 4 pilar pemuda dalam merawat kebangsaan, yaitu nasionalisme inklusif, toleransi dan persaudaraan, keadilan dan kesetaraan serta pengabdian dan solidaritas.
Ekwan Susanto Ahmad, Ketua PC IPNU Kabupaten Merauke mengungkapkan bahwa halaqoh Pemuda Nadlatul Ulama adalah wadah silaturahmi dan forum diskusi untuk memperkuat semangat kepemudaan, menjaga persatuan dan kebangsaan serta mendorong peran aktif santri dan pemuda dalam pembangunan daerah.
Pihaknya mengharapkan para pemuda di Kabupaten Merauke mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlaq, cinta tanah air, menjaga toleransi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Merauke Provinsi Papua Selatan. ” Pemuda adalah generasi penerus yang memiliki energi kreativitas dan potensi besar untuk membawa perubahan, “ungkapnya.(Iis)
