Pelepasan Penuh Haru, SDIT Lukman Al Hakim Hantarkan Alumni Ke Jenjang Lebih Tinggi
MERAUKE-Pelepasan 70 peserta didik SDIT Lukman Al Hakim Merauke angkatan XI tahun ajaran 2025-2026 di Halogen Hotel, Jumat (5/6) berlangsung penuh haru, menghantarkan para alumni mengejar cita-cita ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Salah satu orang tua siswa, Siti Syuhriyatun dan perwakilan siswa, Quensha Deandra Kurniawan tampil menyampaikan pesan dan kesan terhadap sekolah dan para guru yang telah memberikan pendidikan selama 6 tahun.
Dalam kesempatan itu juga turut diberikan cinderamata kepada guru oleh perwakilan wali murid sebagai kenang-kenangan juga ungkapan terima kasih atas dedikasi karena telah menjadi mitra orang tua dalam memberikan pendidikan terbaik. Adi Santoso selaku kepala sekolah mengharapkan 70 siswa yang lulus dapat mengejar cita-cita dan tetap dibimbing oleh kedua orang tua sehingga hal-hal baik yang selama ini sudah terbangun dapat berlanjut.
Terutama yang terkait dengan pelaksanaan ibadah, baik shalat, membaca Qur’an, pergaulan, kebiasaan-kebiasaan baik, adab hingga perkataan atau lisan yang diucapkan. “Kami para guru juga masih menginginkan untuk terus bersama mereka melalui Bina Pribadi Islam (BPI) alumni, bagaimana ini berjalan dengan baik. Semoga kerjasama tidak terhenti pasca pelepasan ini namun terus berlanjut dan Allah senantiasa memberikan ridho sehingga terlahir generasi Indonesia yang cerdas dan trampil, “terangnya.
Ketua Yayasan Assalam Merauke, Jamat Setiawan mengungkapkan, momentum kelulusan bukan hanya menjadi hari pembuktian bagi anak didik tetapi juga momentum refleksi yang sangat penting. Pihaknya menyadari bahwa amanah mendidik generasi penerus Islam di era digital bukan hal mudah. Oleh karena itu yayasan berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dan secara berkelanjutan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, pembaharuan sarana prasarana belajar dan penguatan kurikulum.
Yayasan ngin memastikan bahwa setiap anak yang dititipkan mendapatkan hak pendidikan terbaik dan moderen. Pada kesempatan yang sama, Pengawas SD Wilayah 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Johana Maria Jamlaai menghimbau agar semua hal yang telah ditanamkan oleh guru di sekolah, baik ilmu pengetahuan umum maupun tentang agama dapat diimplementasikan dengan baik.
Perlu diingat bahwa pendidikan yang pertama dan utama berasal dari orang tua lalu orang tua mempercayakan anak-anak untuk menambah ilmu pengetahuan di sekolah. “Nilai siswa tidak boleh di bawah standar, tuntutan pendidikan dari waktu ke waktu semakin tinggi.
Untuk itu diharapkan pendidikan anak tidak hanya sampai di tingkat SD saja tapi meletakkan pondasi yang kuat hingga ke jenjang yang lebih tinggi agar anak menjadi generasi yang berguna, baik bagi orang tua, agama maupun bangsa, “terangnya.(Iis)
