Disdikbud Kota Jayapura Siap Terbitkan 700 Buku Kamus Bahasa Nafri

Jayapura,- Kegiatan Penyusunan Kamus Bahasa Nafri yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura resmi ditutup Wali Kota Jayapura yang diwakili Asisten I Setda Kota Jayapura, Nicolas Evert Merauje yang ditandai dengan pemukulan Tifa secara bersama di salah satu Hotel di Kota Jayapura, pada Jumat 30 Oktober 2026, sore.

Dalam sambutannya, Nicolas Evert Merauje menyampaikan bahwa penyusunan Kamus Bahasa Nafri merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam melestarikan bahasa daerah yang menjadi kekayaan budaya masyarakat Port Numbay.

Ia menjelaskan, upaya pelestarian bahasa daerah telah dimulai dari Kampung Skouw, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan kamus Bahasa Tobati dan Enggros, serta saat ini Bahasa Nafri.

“Ke depan, program serupa akan dilanjutkan ke kampung-kampung lainnya di wilayah Port Numbay,” kata Nicolas Merauje.

Ia menekankan, bahwa pelestarian bahasa ibu membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat, terutama dalam membiasakan generasi muda untuk menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi kita sekarang ini sebagian besar merupakan generasi penutur pasif. Mereka bisa memahami ketika orang tua berbicara menggunakan bahasa daerah, tetapi ketika menjawab masih menggunakan bahasa Indonesia. Untuk bisa menuturkan bahasa tersebut, dibutuhkan lingkungan yang mendukung, terutama keluarga dan masyarakat di kampung,”katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan penggunaan bahasa daerah dari lingkungan keluarga agar bahasa tersebut tetap diwariskan dari generasi ke generasi.

Kata Nicolas Merauje, melalui penyusunan Kamus Bahasa Nafri ini, Pemerintah Kota Jayapura berharap kekayaan kosakata bahasa daerah dapat terdokumentasi dengan baik, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda agar bahasa ibu tetap dikenal, dipahami, dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian Balai Bahasa tahun 2004 dan kerja sama Balai Bahasa Provinsi Papua dengan Bappeda Kota Jayapura tahun 2011, bahasa-bahasa daerah di Port Numbay diprediksi terancam punah dalam kurun waktu 60 tahun ke depan.

“Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen melakukan pelestarian dan revitalisasi bahasa daerah,” ujar Grace.

Ia mengatakan, sebelumnya pemerintah telah menyusun tiga buku kamus untuk mendokumentasikan bahasa daerah, termasuk Bahasa Skouw dan Bahasa Tobati-Enggros. Pada tahun 2026, program tersebut dilanjutkan dengan pendokumentasian Bahasa Nafri.

“Kegiatan penyusunan Kamus Bahasa Nafri diawali pada 15 Oktober 2026 di Gedung Serbaguna GKI Petra Kampung Nafri, kemudian dilanjutkan dengan proses penulisan dan pendokumentasian pada 27 hingga 30 Oktober 2026,”jelasnya.

Lanjut dikatakan, dari proses selama empat hari tersebut, berhasil dihimpun sekitar 1.500 hingga 2.000 kosakata Bahasa Nafri yang mencakup 20 huruf atau abjad bahasa asli Nafri.

“Ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Kita bisa melihat hasil kerja bersama selama empat hari melalui presentasi yang telah disampaikan oleh para narasumber dan guru-guru,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Papua yang telah mendampingi para narasumber dan guru selama proses pengumpulan serta pendokumentasian kosakata.

Dengan demikian kata Grace, hasil penyusunan kamus tersebut nantinya juga diharapkan dapat mendukung pembelajaran muatan lokal di sekolah, khususnya bagi sekolah yang berada di atas tanah hak ulayat masyarakat Nafri.

Selain itu, guru-guru yang bertugas di wilayah tersebut diharapkan juga dapat ikut mempelajari dan mengajarkan Bahasa Nafri kepada peserta didik sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah.

“Bahasa merupakan warisan yang sangat berharga yang diturunkan oleh leluhur kepada masyarakat pemilik bahasa itu sendiri. Kami berharap program penyusunan sekitar 700 buku kamus Bahasa Nafri dapat diterbitkan pada Desember mendatang dan dibagikan kepada masyarakat,”harapnya.

Sementara itu, Widyabasa Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Papua, Ester Rita Embram, yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, menyampaikan apresiasi kepada Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura atas kolaborasi dalam upaya pelestarian bahasa daerah di Port Numbay.

Ia menjelaskan, penyusunan kamus merupakan salah satu langkah penting untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, serta melestarikan kekayaan kosakata dan makna yang terkandung dalam Bahasa Nafri.

Hanya saja kata Ester, proses tersebut masih akan berlanjut pada tahapan analisis data. Karena itu, keterlibatan para narasumber penutur asli Bahasa Nafri tetap dibutuhkan agar hasil pendokumentasian dapat disusun secara tepat.

“Kami berharap upaya Bidang Kebudayaan Kota Jayapura untuk menghadirkan Kamus Bahasa Nafri dalam bentuk cetak dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga, Guru SMP Negeri 2 Jayapura, Suryati, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para penutur asli serta Pemerintah Kota Jayapura, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang telah memfasilitasi para guru di wilayah Keondoafian Tanah Adat Nafri untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, ungkapan kebanggaan juga disampaikan salah satu penutur Bahasa Nafri, Isak Tjoe. Ia mengaku bangga karena melalui kegiatan tersebut, bahasa dan budaya masyarakat Nafri dapat didokumentasikan sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Saya sebagai orang Nafri merasa bangga dan sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini. Apa yang kita kerjakan hari ini nantinya akan diwariskan kepada generasi kami berikutnya dan menjadi bagian dari warisan budaya bagi anak-anak kita,” tuturnya.

Masih ditempat yang sama, Pengamat Bahasa dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi, Rona Rumsawir, M.Pd., juga menekankan jika pentingnya menjaga dan melestarikan budaya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkesinambungan dan terus berjalan, bukan hanya untuk satu atau dua tahun ke depan.

“Ini sangat penting bagi kita orang Papua, terutama di Port Numbay, untuk tetap menjaga budaya karena bahasa juga merupakan budaya. Saya melihat masyarakat Nafri memiliki budaya yang penuh semangat dan keramahan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,”tutupnya. (Tiara).

Related posts

Ajak Karyawan Jadi Pelopor Keselamatan, Astra Motor Papua Gelar Edukasi di Main Dealer

Fani

MARI -YO Hadiri Muswil VI PKS Papua, Apresiasi PKS Dalam Mengawal Demokrasi di Papua

Bams

PLN UIP MPA Gelar Aksi Clean Up di Jayapura

Fani

Astra Motor Papua Sediakan Fitur Panggilan Darurat di Aplikasi Motorku X

Fani

Politisi NasDem Dukung Pembangunan SPAM untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

Bams

Pentingnya Kelengkapan Keselamatan Berkendara Saat Mencoba Motor

Fani

Leave a Comment