Kawal Kebijakan Kesehatan di Papua, IAI Didorong Jadi Mitra Strategis Pemda

Jayapura – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Daerah Papua menyelenggarakan konferensi daerah atau Konferda ke VI dengan agenda workshop Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakita atau Hisfarsi Papua, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kegiatan berlangsung di Kota Jayapura ini mengangkat tema “Noken, Satu Noken, Satu Gerak, Merajut Kepedulian, Merajut Kepemimpinan” dan diikuti 196 peserta dari berbagai profesi farmasi.

Ketua PD IAI Papua, Edwarn Manik Sihotang mengatakan, Konferda VI menjadi momentum titik krusial bagi para apoteker dalam menghadapi masa adaptasi transformasi kesehatan pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023.

“Kali ini diprioritaskan untuk mampu menyerap seluruh kebijakan pemerintah serta merespons dinamika perkembangan peraturan perundang-undangan,” kata Edward.

Dia bilang, langkah-langkah adaptif tersebut nantinya akan dirumuskan dan disusun ke dalam program-program prioritas organisasi.

Edward pun mengungkapkan, pelaksanaan Konferda VI tidak hanya berfokus pada agenda suksesi kepemimpinan, melainkan menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan arah organisasi dengan proses transformasi kesehatan nasional.

“Melalui penguatan peran organisasi yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), IAI didorong untuk terus memperkokoh posisinya sebagai rumah besar yang menaungi seluruh profesi apoteker,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Papua, Beeri Wopari mengatakan, melalui momentum ini, IAI Papua diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dengan program pemerintah daerah.

“Sinergi ini sangat penting untuk memperluas akses pelayanan kefarmasian yang merata hingga ke pelosok, khususnya di wilayah 3T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, sekaligus menjawab berbagai isu krusial terkait tata kelola perbekalan kesehatan dan permasalahan obat di Papua,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Beeri berpesan untuk terus memperkokoh kemitraan dengan pemerintah dan menjadikan IAI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal kebijakan kesehatan, khususnya pada penanganan masalah spesifik di Papua.

“Seperti percepatan penurunan angka stunting, jaminan ketersediaan obat, hingga pengawasan obat dan makanan agar tetap aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IAI, Hendy Ristiono yang hadir secara daring menyampaikan, pelaksanaan Konferda bukanlah forum untuk menghakimi kinerja kepengurusan periode sebelumnya, melainkan menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi bersama terhadap seluruh program kerja yang telah dirumuskan.

“Forum ini bertujuan untuk mengadopsi berbagai langkah maupun pencapaian positif yang sudah berjalan baik. Lebih dari itu, hasil refleksi bersama ini akan menjadi landasan utama untuk meningkatkan serta memantapkan arah kebijakan organisasi pada periode selanjutnya,” kata Hendy. (Zulkifli)

Related posts

Rakorwil NasDem Papua, JBR : Jadi Sinyal positif Bagi Semangat Perubahan dan Konsolidasi Partai

Bams

Satgas Operasi Damai Cartenz Amankan 28 Orang Kasus Yahukimo

Fani

Komando Operasi Habema Laksanakan Operasi Penindakan, Tiga Anggota OPM Tewas

Fani

Adang Korban Pakai Balok dan Batu, 3 Pelaku Pencurian Diserahkan ke Kejari

Fani

Kemenag Siapkan Regulasi Penerimaan Siswa Baru Madrasah, Desember Sosialisasi

Fani

Negara Harus Berikan Ruang Bagi Napi Untuk Membangun

Bams

Leave a Comment