Keerom Raih Champion Terakhir Pada Lomba Mazmur Dewasa

Biak, Kontingen Kabupaten Keerom merebut predikat Gold 1 pada Lomba Mazmur Dewasa Pesparani II Tingkat Provinsi Papua, Jumat (30/10/2026). Dengan raihan nilai 81,53, Kabupaten Keerom berhasil mengungguli tiga kontingen lainnya dalam persaingan yang berlangsung di Aula Paroki Kerahiman Ilahi.

Persaingan berlangsung ketat. Kabupaten Biak Numfor menyusul dengan predikat Gold 2 setelah mengantongi nilai 81,00. Sementara itu, Kota Jayapura meraih Gold 3 dengan nilai 80,00, sedangkan Kabupaten Waropen memperoleh Silver 1 dengan nilai 78,65.

Selisih nilai yang relatif tipis antara Kabupaten Keerom dan Kabupaten Biak Numfor menunjukkan ketatnya kompetisi. Keerom unggul 0,53 poin atas Biak Numfor, sekaligus memastikan posisinya di puncak klasemen lomba.

Ketua Dewan Juri, Alexander Lodeweyk Kolatlena, menegaskan bahwa teknik pernapasan menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian serius dalam persiapan para pemasmur.

meminta para pelatih mempersiapkan peserta, terutama mereka yang nantinya mewakili daerah ke tingkat berikutnya, agar menguasai teknik pernapasan diafragma.

Pernapasan yang baik mendukung sonoritas atau kemantapan suara sehingga artikulasi terdengar lebih jelas dan pesan dalam mazmur dapat disampaikan secara optimal.

Selain teknik vokal, Kolatlena menekankan pentingnya ekspresi dan penjiwaan. Para pemasmur tidak cukup hanya menyanyikan syair dengan nada yang tepat, tetapi juga harus mampu menghayati makna yang terkandung di dalamnya.

Dengan penghayatan yang baik, pesan firman Tuhan melalui nyanyian diharapkan dapat diterima dan dipahami oleh umat yang mendengarkan.

Sementara itu Redi Fatubun, menilai kualitas vokal para peserta secara umum mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Menurutnya, kemampuan vokal yang baik harus diimbangi dengan kejelasan pengucapan serta pengaturan dinamika yang sesuai agar nyanyian terdengar lebih hidup tanpa kehilangan karakter liturgisnya.

Fatubun juga menyoroti faktor kegugupan yang dapat memengaruhi penampilan peserta di atas panggung. Persiapan yang matang, kata dia, perlu disertai kemampuan mengendalikan rasa gugup dan membangun kepercayaan diri secara proporsional.

Anggota Dewan Juri, Pastor Bernard Antonius Rahawarin, Pr, turut memberikan perhatian pada kesiapan mental peserta, khususnya ketika menghadapi nada yang lebih tinggi dan bagian mazmur yang membutuhkan pengaturan napas secara cermat.

Menurut Pastor Bernard, peserta perlu memahami karakter mazmur yang dibawakan, termasuk pola pernapasan, artikulasi, serta ketepatan dalam menyampaikan teks.

Ia juga mengingatkan bahwa mazmur dengan karakter Gregorian memiliki kekhasan tersendiri. Pembawaannya perlu memperhatikan kesinambungan melodi dan kejelasan pengucapan, tanpa penggunaan ekspresi atau dinamika yang berlebihan.

Related posts

Wabup Fauzun Minta Halaqoh Pemuda Nadlatul Ulama Lahirkan Gagasan Bangun Merauke

Bams

Diskominfo Papua sediakan jaringan internet gratis di Kampung Bring

Bams

Modifikasi Tanki Demi Dapat Lebih Banyak BBM, Sejumlah Kendaraan Diamankan

Bams

Kemenag Papua Perkuat Perlindungan Lingkungan Pendidikan Lewat AMAN

Fani

Karantina Gaungkan Instalasi Karantina Ikan Kepada Pelaku Usaha

Bams

Kemenag Papua dan Media Dorong Narasi Keagamaan yang Moderat

Fani

Leave a Comment