Raih 5 Champion, 10 Gold Dan 2 Silver Mengantarkan Kota Jayapura Raih Juara Umum Pesparani II Papua
Biak, Kontingen Kota Jayapura diumumkan sebagai juara umum Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II Tingkat Provinsi Papua 2026. Kota Jayapura sukses membawa pulang piala bergilir setelah unggul dengan 5 Champion, 10 Gold Dan 2 Silver
Kabupaten Jayapura menempati posisi kedua dengan raihan 2 Champion, 5 Gold, dan 6 Silver. Posisi ketiga diraih Kabupaten Keerom dengan 2 Champion, 5 Gold, 6 Silver, dan 1 Bronze.
Tuan rumah Kabupaten Biak Numfor berada di posisi keempat dengan 2 Champion, 4 Gold, dan 6 Silver. Selanjutnya, Kabupaten Waropen meraih 1 Champion, 1 Gold, dan 4 Silver, sedangkan Kabupaten Kepulauan Yapen memperoleh 2 Gold, 3 Silver, dan 1 Bronze.
Pesparawi II Tingkat Provinsi Papua resmi ditutup pada Sabtu (31/10/2026). Penutupan dilakukan oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapissa, yang mewakili Gubernur Papua.
Acara penutupan berlangsung di Lapangan Sekolah SD-SMP St. Yoseph, Kabupaten Biak Numfor.
Sebelum penutupan, kontingen Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, dan Kabupaten Biak Numfor menampilkan pertunjukan etnik sebagai bagian dari ekshibisi di luar mata lomba.
Suasana menjadi meriah ketika ibu-ibu Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga menampilkan tarian etnik Barak dengan lagu Sinanggar Tulo. Bupati Biak Numfor Markus Octavianus Mansnembra dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tampak turun memberikan saweran.
Momen tersebut menjadi salah satu gambaran kuatnya kebersamaan yang terbangun selama penyelenggaraan Pesparawi II di Biak Numfor

Ketua Panitia Pesparawi II Tingkat Provinsi Papua, Arnold Tethool, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan gelar juara, melainkan juga menjadi sarana pembinaan iman, pengembangan talenta, dan penguatan persaudaraan umat Katolik.
Dengan mengusung tema “Satu Nada, Satu Iman, Satu Papua”, Pesparawi menjadi momentum untuk merawat persatuan di tengah keberagaman suku, bahasa, dan budaya masyarakat Papua.
Arnold mengakui pelaksanaan kegiatan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran, transportasi, akomodasi, dan persoalan teknis penyelenggaraan.
Kondisi pendanaan yang dihadapi panitia di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota turut memengaruhi jadwal penutupan yang mengalami perubahan dari rencana semula.
Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Kementerian Agama, LP3K, pemerintah kabupaten dan kota, pihak keamanan, gereja, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
