Pasific Pos.com
Info Papua Pendidikan & Kesehatan

Upaya Bank Indonesia Dukung Peningkatan Akses dan Literasi Pendidikan di Papua

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga foto bersama usai menyalurkan bantuan secara simbolis kepada 20 sekolah dan perguruan tinggi.

Jayapura – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua pada tahun 2019 relatif rendah yaitu 60,84, masih berada di bawah IPM nasional yaitu 71,98. IPM dibentuk dari tiga dimensi yaitu angka harapan hidup, akses pendidikan dan standar hidup layak.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan, dilihat lebih detail, tidak hanya IPM Papua yang berada di bawah IPM nasional namun juga tingkat kemiskinan di Papua masih terbilang relatif tinggi yaitu sebesar 26,6 persen, angka tersebut masih jauh di atas angka nasional yang tercatat sebesar 9,78 persen.

Rendahnya angka IPM dan tingginya tingkat kemiskinan di Papua, kata Naek, tidak terlepas dari kondisi sosial ekonomi serta tingkat pendidikan yang relatif masih minim.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Murni Provinsi Papua pada tahun 2019 adalah 79,19 untuk tingkat SD atau sederajat, 57,19 untuk tingkat SMP atau sederajat dan 44,32 untuk tingkat SMA atau sederajat.

“Angka ini juga masih berada dibawah angka rata-rata nasional yang berada pada angka 70. Belum lagi bila melihat jumlah partisipasi pada jenjang pendidikan tinggi yang hanya sebesar 18 persen,” ucap Naek usai menyalurkan bantuan Kios Pintar (Kipin) dan sarana belajar digital untuk 20 sekolah dan perguruan tinggi di SMA Negeri Keberkatan Olahraga Papua, di Kota Jayapura, Senin (21/12/2020).

Rendahnya angka partisipasi pendidikan di Provinsi Papua, lanjut Naek, bisa disebabkan berbagai hal mulai dari akses lembaga pendidikan yang belum merata, hingga kemampuan finansial masyarakat.

“Oleh karena itu Bank Indonesia Provinsi Papua telah berperan aktif dalam mendukung peningkatan akses pendidikan dan akses literasi pendidikan di Provinsi Papua,” kata Naek.

Naek menyebut, sejak tahun 2016 Bank Indonesia Papua telah membanguna Bank Indonesia Corner (BI Corner) dan Pojok Dongeng di berbagai lembaga pendidikan yang ada di Jayapura dan Merauke baik itu jenjang pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi.
BI Corner atau Pojok Dongeng sendiri merupakan sebuah mini perpustakaan yang berisi buku fisik dengan berbagai topik, buku digital dan jurnal-jurnal serta dilengkapi dengan sarana infrastruktur pembelajaran digital seperti TV dan Komputer.

Hingga tahun 2020, tercatat BI Papua sudah mendirikan lebih dari 10 BI Corner dan Pojok Dongeng yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan.

Bank Indonesia Papua juga menyalurkan beasiswa kepada 250 mahasiswa/mahasiswi di 5 Perguruan Tinggi yaitu Universitas Cenderawasih, Universitas Musamus Merauke, IAIN Fattahul Muluk Papua, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, dan Universitas Ottow Geissler Papua.

“Penyaluran beasiswa ini merupakan komitmen nyata dari Bank Indonesia untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus meningkatkan angka partisipasi masyarakat pada jenjang pendidikan tinggi di Provinsi Papua,” imbuhnya.

Selain menyalurkan beasiswa kepada 250 mahasiswa/mahasiswi terbaik, Bank Indonesia juga melakukan pengembangan dan peningkatan kompetensi bagi mahasiswa penerima beasiswa melalui wadah organisasi Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Mereka yang tergabung dalam GenBI secara rutin mengikuti kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan kompetensi mereka seperti kewirausahaan, leadership camp, hingga berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan Bank Indonesia baik ditingkat local maupun nasional.

“Mereka juga secara rutin dibekali pelatihan-pelatihan yang dapat menunjang kegiatan belajar dan persiapan mereka setelah lulus nanti,” ucap Naek. (Zulkifli)