Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Tetap Semangat, Ini Cara PDI-Perjuangan Papua Lawan Covid-19

PDI-Perjuangan Papua Lawan Covid-19
PDI-Perjuangan Papua Lawan Covid-19

SENTANI, – Dengan semangat yang gigih juga rasa kepedulian terhadap masyarakat begitu besar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) terus berupaya melakukan pencegahan virus corona atau covid-19 dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah kompleks perumahan yang ada di Doyo Baru, Sentani Kabupaten Jayapura.

Penyemprotan cairan disinfektan di hari ke-16 dilakukan di tiga perumahan yang ada di Doyo Baru, namun sebelumnya penyemprotan ini telah dilakukan DPD PDI-Perjuangan sejak 23 Maret 2020 hingga hari ini, 8 April 2020.

Dengan menerjunkan puluhan personel, kali ini, PDI-Perjuangan menerjunkan tim penyemprotan cairan disinfektan di rumah-rumah masyarakat dan sejumlah fasilitas umum yang ada di kompleks BTN Efata Doyo, BTN Polda Doyo dan Perumahan Grand Doyo Baru, Sentani Kabupaten Jayapura, Rabu (8/4).

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua Bidang Badan Kehormatan Partai PDI-Perjuangan yang juga sebagai Wakil Ketua II DPR Papua, Edoardus Kaize, Bendahara DPD PDI-Papua, Mega F.M. Nikijuluw, SH, sejumlah pengurus teras DPD PDI-Perjuangan Papua, dan Anggota Fraksi DPD PDI-Perjuangan DPR Papua serta DPRD Kota Jayapura, DPC PDI Perjuangan Kota bersama pengurus PAC.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI-Perjuangan dan saat ini juga sebagai Plh DPD PDI Perjuangam Papua, Ignasius Hasyim menjelsskan, jika hari ini merupakan hari ke 16 pihaknya melakukan proses penyemprotan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

“Hal ini kita lakukan sebab ini bagian dari bentuk tanggungjawab dan keprihatinan kita terhadap perkembangan virus corona yang penyebarannya sudah mulai di kota dan kabupaten Jayapura yang terus meningkat. Apalagi beberapa hari belakangan ini jumlah yang positif terus meningkat, kemudian yang meninggal juga sekarang bertambah,” kata Ignasius Hasyim kepada Pasific Pos, Rabu (8/4).

Oleh karena itu, pihaknya berharap apa yang lakukan hari ini dalam proses pencegahan covid-19, bisa memberikan rasa kenyamanan, dan memberikan kekuatan agar supaya masyarakat sendiri juga tidak begitu khawatir.

“Tapi kita juga berharap kepada warga masyarakat yang di Kota dan Kabupaten Jayapura dan juga Tanah Papua secara keseluruhan agar mereka terus mawas diri mengikuti semua arahan dan petunjuk dari pemerintah supaya proses pencegahan virus corona ini cepat berlalu,”harapnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh PDI Perjuangan Papua ini telah melibatkan semua unsur dari PDI Perjuangan.

“Baik di Fraksi DPR Papua dan Pengurus DPD PDI Perjuangan Papua, pengurus DPC Kabupaten, kota dan juga pengurus-pengurus PAC, dan pengurus anak ranting serta simpatisan. Ini bagian dari bentuk tanggungjawab kita bersama,” ujar Ignasius.

Karena dalam proses untuk pencegahan ini kata Ignasius Hasyim, tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja sebab pemerintah sendiri juga punya keterbatasan.

“Jadi kita berharap, apa yang dilakukan oleh PDI-Perjuangan ini bisa diikuti oleh partai-partai lain. Paling tidak, kita tidak hanya sekedar tunggu kampanye baru kita datang turun, tetapi disaat masyarakat sedang mengalami kondisi seperti ini dimana ketika mereka ada rasa kekhawatiran dan ketakutan mereka, kita ada bersama mereka dan turut merasakan apa yang dirasakan masyarakat kita yang ada di kabupaten dan Kota Jayaputa,”ungkapnya.

Dikatakan, jika saat ini masyarakat sangat membutuhan masker sehingga diharapkan pemerintah daerah setempat dalam hal ini Pememerintah Kabupaten Jayapura untuk menyiapkan masker.

“Juga di beberapa rumah sakit yang ada di kota dan kabupaten Jayapura itu mereka mengalami kekurangan alat pelindung diri bagi petugas kesehatan. Kita berharap bahwa ketika pemerintah pusat sekarang sudah mengirim sejumlah APD kepada provinsi, mestinya alat itu tidak disimpan atau ditimbun tapi itu harus di distribusikan ke rumah sakit-rumah sakit supaya para petugas kita di rumah sakit mereka juga bisa terlindung dari virus yang membahayakan ini. Jadi tidak boleh ada penimbunan karena itu harus di distribusikan,”tegasnya.

Ditambahkan, kalau memang belum ada, maka mestinya pemerintah bersama dengan DPR Provinsi Papua untuk harus lebih getol memperjuangkan alat kesehatan (Alkis) itu ke pusat, karena kita di Papua juga sangat membutuhkan itu,

Arkelas Asso, S.Sos mewakili Fraksi DPR Papua yang juga merupakam Anggota Komisi V DPR Papua bidang Kesehatan mengatakan, jika penyemprotan cairan disinfektan ini telah dilakukan di berbagai tempat.

Hanya saja kata Asso, saat ini masyarakat sangat membutuhkan alat pengamanan, seperti masker karena alat itu masih. Sehingga butuh perhatian khusus ke masyarakat untuk secepatnya mendatangkan alat pengamanan.

“Supaya masyarakat kita ini bisa dilindungi dengan baik, maka pemerintah secepatnya mendatangkan alat kesehatan seperti masker juga alat kesehatan lainnya. Dan kami sampaikan terima kasih karena dari Partai PDI-Perjuangan termasuk Fraksi PDI-Perjuangan, DPC dan PAC juga Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua yang telah bergotong royong melakukan penyenprotan disingektan di Perumahan Doyo Baru Kabupaten Jayapura,” kata Arkelas Asso.

Sementara itu, Bendahara DPD PDI Perjuangan yang juga merupakan Anggota Fraksi DPR Papua, Mega M.F.Nikujuluw menambahkan, penyebaran covid-19 dampaknya sangat besar terutama dalam hal pangan.

“Kita juga kemarin Komisi I telah melakukan sidak bersama dengan Tim Satgas Pangan Daerah Papua, dimana kita melihat bagaimana dampak dari covid-19 ini terhadap masyarakat sangat besar dimana dibenturkan dengan kenaikan-kenaikan harga sembilan bahan pokok, terutama ketersediaan telur yang langkah sehingga harga telur pun meningkat drastis,”kata Mega Nikijuluw.

Pada kesempatan itu, Mega Nikijuluw yang juga sebagai Ketua Komosi II DPR Papua bidang Perekonomian mengatakan, saat ini kita bukan hanya menghadapi covid-19, tapi juga akan menghadapi hari besar yakni hari raya idul fitri.

“Sehingga kita dari Komisi II DPR Papua juga berharap pemerintah bisa pro aktif, supaya bisa melihat ini. Apalagi saat ini sudah undang-undang pangan, untuk itu aturan ini harus benar-benar dijalankan agar oara distributor dan pengecer yang dengan sengaja menaikan harga atau menimbung bapok itu bisa diberikan sanksi tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku,”tandasnya.

Oleh sebab itu kata Mega, Komisi II juga minta pemerintah bisa mengaktifkan kembali stakholder dalam hal ini OPD-OPD terkait supaya bisa bersinergi untuk biss melihay bahwa menghadapi virus corona atau covid-19 ini bukan hanya satu stakholder saja tetapi harus bersinergi dengan stakholder yang lain.

“Sehingga kebutuhan pangan di tanah Papua ini, itu bisa tercukupi. Apalagi tugas kami di DPR adalah pengawasan. sehingga dalam pengawasan ini kita perlu juga melihat bahwa selama ini pemasok dari barang kebanyakan dari luar Papua,”ucapnya.

Untuk itu pihaknya berharap dari pemerintah kedepannya tidak dilakukan seperti itu lagi, kalau bisa diberdayakan panganan lokal yang ada disini.

Mega Nikijuluw menambahkan, selain itu kami dari Fraksi PDI-Perjuangan Papua juga minta pemerintah untuk secepatnya menyediakan masker dan alat kesehatan lainnya, sebab masyarakat sangat membutuhkan itu.

“Jadi kami minta perhatian pemerintah daerah dalam hal ini dinas kesehatan agar dapat menyediakan lebih banyak lagi APD nya, karena saat ini masyarakat juga perlu masker untuk melindungi dirinya. Untuk itu kami juga minta dalam lintas komisi supaya lakukan sidak ke apotik-apotik agar tidak ada penimbunan. Karena tidak mungkin kan alat kesehatan datang langsung habis hari itu juga,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Tindak Lanjuti Intruksi Bupati Waropen, Pabung Kodim 1709 YAWA Meninjau Pos Covid-19

Afrans

14 Kabupaten/Kota di Papua Sudah Terdampak Covid-19

Bams

8 Pasien Covid Dinyatakan Sembuh Dan Kembali Ke Keluarga

Fani

20 Pasien Sembuh, Tapi ada Tambahan 21 Kasus Positif

Bams

Wagub Lepas Relawan Covid-19 Papua

Bams

Wagub : Papua Belum Terapkan Kebijakan “New Normal”

Bams

Pemkot Jayapura Dukung Pelaksanaan New Normal

Fani

Penambahan 4 Kasus Covid-19 di Mimika, Total Keseluruhan 205 Kasus Terkonfirmasi

Fani

Bupati Waropen Keluarkan Intruksi Pembatasan Aktivitas Warga

Afrans