Setelah Dua Tahun Meningkat, Produksi Beras Merauke Kini Anjlok
Jayapura – Produksi beras di wilayah Merauke pada tahun ini mengalami penurunan signifikan yang berdampak langsung pada capaian penyerapan.
“Dari target penyerapan sebesar 27.685 ton untuk 2026, hingga saat ini realisasi baru mencapai 1.176 ton,” ungkap Ahmad Mustari selaku Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Kamis (2/4/2026).
Angka tersebut, kata Mustari, jauh tertinggal jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pada akhir Maret tahun lalu, penyerapan beras di Merauke mampu mencapai sekitar 6.000 ton,” ucapnya.
Penurunan ini disebut sebagai fenomena yang tidak biasa bagi wilayah Merauke.
“Selama dua tahun terakhir, penyerapan beras tercatat sangat baik dan menunjukkan tren peningkatan,” ujarnya.
“Jika ditarik ke belakang, pada 2022 produksi sempat mengalami penurunan tajam, kemudian kembali meningkat pada 2024 dan 2025. Namun memasuki tahun 2026, tren tersebut kembali berbalik menurun,” kata Mustari.
Dia pun menilai, hal tersebut seperti fenomena tiga tahunan. Setelah naik dua tahun terakhir, sekarang justru turun drastis.
Mustari mengungkapkan, hingga kini, penyebab pasti penurunan produksi masih dalam tahap pemantauan oleh pihaknya.
Berbagai kemungkinan tengah ditelusuri, namun faktor cuaca dinilai kurang relevan sebagai penyebab utama.
“Kalau dibilang karena cuaca, di Papua kita tidak mengenal musim seperti di daerah lain. Jadi ini masih menjadi fenomena yang sedang kita pelajari,” jelasnya.
Temuan lain yang cukup mengkhawatirkan, kata Mustari, adalah kondisi tanaman padi di beberapa lokasi.
Menurutnya, berdasarkan hasil pengecekan terakhir, tanaman padi yang sebelumnya tumbuh normal, berubah warna menjadi hitam.
“Bulan lalu kami cek, padi sudah mulai tumbuh dengan baik, tetapi tiba-tiba menghitam. Ini baru pertama kali terjadi dan kami belum mengetahui penyebabnya,” ujar Mustari menambahkan. (Sari)
