Perbakin dan Polda Papua Siapkan Atlet Lewat Sertifikasi Tembak Reaksi

Jayapura,- Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Indonesia (Pengprov Perbakin) dan Polda Papua menggelar penataran dan ujian sertifikasi bagi anggota Polri dan atlet tembak reaksi di Lapangan Tembak Bhara Daksa Polda Papua, resmi berakhir pada Minggu malam setelah berlangsung sejak Sabtu kemarin.

Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.I.K., M.Si mengatakan latihan menembak reaksi sangat penting untuk meningkatkan keterampilan anggota maupun atlet agar lebih terarah dan siap mengikuti berbagai kejuaraan.

“Dalam olahraga menembak, khususnya tembak reaksi, latihan sangat diperlukan supaya kemampuan semakin terarah. Kami berharap rekan-rekan yang sudah lulus sertifikasi nantinya dapat ikut berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan,” ujar Kapolda Papua.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mempelajari rulebook IPSC (International Practice Shooting Confederation) atau buku panduan yang menjadi pedoman utama dalam olahraga tembak reaksi.

“Di dalam rulebook itu ada semua aturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Itu adalah kitabnya tembak reaksi, jadi harus dipahami,” katanya.

Kapolda Papua mengungkapkan bahwa antusiasme peserta dalam sertifikasi kali ini menjadi yang terbesar selama dirinya menyelenggarakan kegiatan serupa. “Selamat bagi yang sudah lulus, dan bagi yang belum lulus jangan patah semangat. Masih ada kesempatan mengikuti sertifikasi ulang di waktu berikutnya,” tambahnya.

Menurut Kapolda, kemampuan menembak reaksi juga sangat penting dalam mendukung tugas kepolisian di lapangan, khususnya saat menghadapi situasi penangkapan pelaku kejahatan yang bergerak cepat sehingga membutuhkan ketepatan menembak untuk menghindari salah sasaran.

Selain itu, kata Kapolda Papua, pelaksanaan sertifikasi ini juga untuk mempersiapkan atlet-atlet muda Polri agar bisa aktif mengikuti lomba tembak reaksi dan mendukung Perbakin Papua di tingkat nasional.

Ketua Perbakin Papua Jhony Banua Rouw mengatakan kegiatan sertifikasi ini merupakan bentuk komitmen bersama antara Perbakin Papua dan Polda Papua dalam mengembangkan olahraga menembak di Papua.

“Kami sangat bersyukur mendapatkan dukungan luar biasa dari PB Perbakin dan Kapolda Papua sehingga Sertifikasi IPSC Angkatan II Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik,” kata Jhony.

Ia menegaskan, banyak persyaratan yang harus dilalui oleh atlet untuk bisa menjadi atlet tembak reaksi, salah satunya adalah soal sertifikasi.  Kegiatan ini sendiri merupakan salah satu program kerja Perbakin Papua yang bertujuan untuk menambah kemampuan dan skill atlet tembak reaksi.

Diharapkan, dari ujian sertifikasi ini ada atlet nantinya semakin paham akan olahraga menembak sehingga dapat bersaing di berbagai kejuaraan.

Sementara itu, penguji sertifikasi dari Perbakin Pusat sekaligus anggota International Range Officer Association (IROA), Ebram Harimurti menjelaskan bahwa sertifikasi terdiri dari tiga tahapan utama, yakni teori, ujian kualifikasi penembak presisi, dan materi keterampilan.

Peserta wajib lulus ujian teori denga n nilai minimal 75 persen. Setelah itu peserta mengikuti ujian kualifikasi menembak presisi dengan jarak 20 meter dan target nilai minimal 210 dari 30 butir tembakan.

“Setelah lolos, peserta melanjutkan ke enam materi keterampilan yang masing-masing memiliki karakteristik, waktu, dan jumlah tembakan berbeda,” jelas Ebram.

Ia menambahkan sertifikasi ini sangat penting karena menjadi syarat bagi seorang atlet untuk mengikuti kejuaraan menembak reaksi baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Menurutnya, peserta yang belum lulus masih memiliki kesempatan mengikuti sertifikasi ulang setelah memperbaiki kekurangan mereka. “Ini merupakan sertifikasi tembak reaksi kedua di Papua. Pertama kali dilaksanakan pada tahun 2019 menjelang PON Papua,” ujarnya.

Salah satu peserta sertifikasi yang juga Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Papua, Kombes Pol. Jan Wynand Imanuel Makatita, S.I.K mengaku bersyukur dapat mengikuti sertifikasi tersebut.

“Ini pertama kali saya ikut sertifikasi menembak reaksi. Biasanya kami hanya menembak target saat pendidikan. Terima kasih kepada Kapolda Papua yang telah menginisiasi kegiatan ini,” katanya.

Ia mengaku meski sudah lama tidak berlatih menembak, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dan meningkatkan semangat anggota Polda Papua untuk aktif dalam olahraga menembak.

“Kami berharap ke depan bisa memiliki senjata pribadi untuk mengikuti turnamen, karena sertifikasi ini membuka kesempatan bagi kami untuk ikut kejuaraan,” pungkasnya.

 

Related posts

Ini Rekomendasi Bank Indonesia untuk Majukan Sektor Pariwisata Papua

Fani

Kunjungi Masyarakat Ormu di Angkasa Pasir 6, Ketua DPR Papua Terima Sejumlah Aspirasi

Fani

FJPI Papua Terima Satu Sapi Kurban dari Pertamina

Fani

Danrem 172/PWY Kunjungi Distrik Namblong Pastikan Situasi Kondusif Pasca Kerusuhan

Fani

Irjen Kemenag Sampaikan Ini Saat Tinjau MIN Keerom

Fani

Ajukan Gugatan ke MK, Matius Fakhiri: Perjuangan Belum Selesai

Jems

Leave a Comment