Semangat Hari Bakti Diminta Terus Diwujudkan Dalam Pelaksanaan Tugas
MERAUKE-Semangat Hari Bakti terus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Ketika menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, membantu penanggulangan bencana, maupun berkontribusi menyiapkan generasi penerus bangsa. Sesungguhnya TNI AU sedang meneruskan warisan pengabdian para pendahulu dalam setiap penugasan yang diamanahkan kepada TNI AU.
Demikian ditegaskan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Tonny Harjono, SE,MM dalam amanat tertulis yang dibacakan Komandan Lanud J.A. Dimara, Kolonel Pnb Beny Aprianto, S.M pada upacara peringatan Hari Bhakti TNI AU ke-79 di lapangan upacara Lanud J.A.Dimara, Rabu (29/7).
Dikemukakan, bangsa ini juga kehilangan putra-putra terbaiknya yang gugur ketika menjalankan misi kemanusiaan.
Dari peristiwa itulah lahir Hari Bakti TNI Angkatan Udara, yang mengajarkan bahwa keberanian, ketulusan dan pengorbanan merupakan pondasi utama pengabdian seorang prajurit. Nilai-nilai itulah yang terus hidup dalam jati diri TNI Angkatan Udara hingga hari ini.
Tepat setahun yang lalu, ditetapkan arah transformasi TNI Angkatan Udara melalui program prioritas sebagai ikhtiar membangun kekuatan udara yang mampu menjawab tantangan masa kini dan masa depan.
Transformasi tersebut terus dilanjutkan dengan memperkuat kemampuan, organisasi, doktrin dan kualitas sumber daya manusia secara terpadu.
Modernisasi tidak berhenti pada hadirnya alutsista baru, tetapi harus diikuti kesiapan operasi, sistem yang andal, serta personel yang mampu mengawaki, mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkannya sehingga benar-benar menghadirkan daya gentar bagi negara.
Jika para pendahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, maka generasi sekarang menghadapi lingkungan strategis yang berubah semakin cepat. Nilai yang diwariskan para pendahulu tetap sama. Organisasi dan doktrin harus terus berkembang mengikuti perubahan karakter ancaman.
Kesiapan operasional kini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di udara, tetapi juga oleh kesiapan pada domain siber, informasi, spektrum elektromagnetik hingga antariksa. Karena itu, transformasi harus berjalan sebagai satu kesatuan untuk membangun kesiapan TNI Angkatan Udara yang utuh dalam menjaga kedaulatan wilayah udara, melaksanakan setiap amanah negara secara profesional serta memperkuat pertahanan negara.(Iis)
