Dorong Hilirisasi Sagu, Pemprov Papua Gandeng Pelaku Usaha dan Stakeholder

Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat komitmennya dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal dengan mendorong pengembangan sagu secara terpadu dari hulu hingga hilir.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan strategis yang dipimpin Wakil Gubernur Papua bersama pelaku usaha kuliner lokal Papua, Charles Toto, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua, Jayapura.

Pertemuan lintas sektor tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Koperasi dan UKM. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan industri sagu sebagai salah satu komoditas unggulan Papua sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam diskusi, seluruh pihak sepakat bahwa pengembangan sagu tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus dibangun melalui ekosistem yang terintegrasi mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Pada sektor hulu, Dinas Kehutanan dan Dinas Pertanian diarahkan untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan sagu, penyediaan bibit unggul, pemanfaatan lahan secara berkelanjutan, serta peningkatan teknik panen yang ramah lingkungan dan lebih modern.

Sementara itu, pada sektor hilir, Disperindag bersama Dinas Koperasi dan UKM akan fokus mendorong pengolahan pascapanen, peningkatan kualitas kemasan produk, penguatan legalitas usaha, hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun pasar ekspor.

Dalam kesempatan tersebut, Charles Toto yang selama ini dikenal aktif mempromosikan pangan lokal Papua, memamerkan berbagai inovasi produk olahan sagu modern. Di antaranya mie sagu dan sejumlah produk turunan lainnya yang telah dikemas secara komersial dan dinilai siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Wakil Gubernur Papua menegaskan bahwa sagu bukan hanya warisan budaya masyarakat Papua, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai komoditas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sagu adalah identitas sekaligus masa depan ketahanan pangan kita. Kolaborasi bersama para pelaku usaha kreatif seperti Mas Charles Toto dan sinergi antarperangkat daerah sangat penting agar sagu tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi yang mampu menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua berharap dapat menyusun road map atau peta jalan pengembangan industri sagu yang lebih terarah dan berkelanjutan. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku UMKM lokal agar produk-produk olahan sagu Papua mampu menjadi unggulan pangan sehat bebas gluten (gluten-free) di pasar domestik maupun internasional.

Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama sambil menampilkan berbagai produk olahan sagu dalam kemasan modern sebagai simbol kesiapan pangan lokal Papua untuk naik kelas dan menembus industri pangan nasional hingga pasar global.

Related posts

Pemprov Papua Lakukan Penilaian Kinerja Penurunan Stunting Kabupaten/Kota

Bams

Pangdam Cenderawasih : Kembangkan Gagasan Yang Lebih Konstruktif, Kreatif Dan Inovatif

Fani

Ketua Afirmasi Otsus Papua: Farmasi 3.000 CPNS Kabupaten Keerom, Resmi Keputusan Pusat

Jems

Usai Kepala Puskesmas Dilantik, Ketua Komisi C DPRK Yahukimo Desak Pemerintah dan TNI-Polri Cari Solusi Penerbangan ke 50 Distrik

Jems

Kuota Papua 1.076 JCH Reguler, Kemenag : Yang Lunasi Biaya Perjalanan Haji Tercatat 925 Jemaah

Fani

Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu Siap Lanjutkan Program Unggulan di Papua

Fani

Leave a Comment