Jelang 3 Agustus, Ondofolo Asei Besar Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Tidak Terprovokasi Ajakan Aksi KNPB
SENTANI – Menjelang rencana aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 3 Agustus mendatang, Ondofolo Kampung Asei Besar, Marthen Ohee, mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga di kawasan Danau Sentani, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang berpotensi mengganggu situasi keamanan.
Marthen menegaskan bahwa menjaga kedamaian merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengimbau warga agar tidak terlibat dalam rencana aksi KNPB dan lebih memprioritaskan kehidupan keluarga, pekerjaan, serta aktivitas yang memberikan manfaat bagi masa depan.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak ikut dalam kegiatan KNPB yang direncanakan pada 3 Agustus nanti. Lebih baik kita mengurus diri sendiri, mengurus istri, anak, dan keluarga daripada mengikuti kegiatan yang tidak ada manfaatnya dan pada akhirnya hanya akan menyusahkan diri sendiri,” ujar Marthen Ohee di Sentani, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, masyarakat harus belajar dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi agar tidak kembali terulang. Ia secara khusus menyinggung insiden di Stadion Lukas Enembe yang, menurutnya, menjadi pelajaran penting agar masyarakat tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan keresahan.
“Peristiwa seperti itu jangan sampai terulang lagi. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kampung tetap aman dan damai,” katanya.
Marthen juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya pembangunan yang sedang dilakukan pemerintah serta memperkuat semangat persatuan dan gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang selama ini telah memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat, termasuk bantuan peralatan olahraga bagi pemuda. Menurutnya, pembinaan generasi muda melalui olahraga merupakan langkah positif untuk membangun karakter, meningkatkan prestasi, dan mengarahkan pemuda pada kegiatan yang bermanfaat.
“Kalau pemuda disibukkan dengan olahraga dan kegiatan positif, mereka akan lebih fokus mengembangkan bakat dan kemampuannya. Dengan begitu mereka tidak mudah terpengaruh oleh kegiatan-kegiatan yang tidak memberikan manfaat bagi masa depan,” tuturnya.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah terus diperkuat agar situasi kamtibmas tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman serta mendukung kelancaran pembangunan di Papua.
