Pencarian Berakhir Duka, Korban Diterkam Buaya di Sungai Tami Ditemukan Tak Bernyawa
Jayapura – Upaya pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Papua New Guinea yang dilaporkan hilang akibat diterkam buaya di Sungai Tami, Kota Jayapura, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, Rabu, 11 Februari 2026.
Korban diketahui bernama David (21), yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah insiden diterkam buaya di Sungai Tami, Kampung Moso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Anton menjelaskan, laporan kejadian diterima pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 15.05 WIT dari seorang saksi bernama David Prawar.
Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama beberapa rekannya sedang memancing di tepi Sungai Tami sekitar pukul 11.00 WIT.
“Saat berada di pinggir sungai, korban tiba-tiba diterkam buaya dan terseret ke dalam air. Rekan-rekan korban tidak sempat memberikan pertolongan dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang,” ujar Anton dalam keterangan tertulis.
Usai menerima laporan, Tim SAR segera melakukan koordinasi dengan Polsek Muara Tami dan keluarga korban. Setelah briefing dan menyiapkan peralatan, tim bergerak menuju lokasi kejadian dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
Sejumlah peralatan dikerahkan dalam operasi pencarian, di antaranya rescue car, truk angkut, perahu karet, drone, Pal SAR air, serta peralatan pendukung lainnya. Tim tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan keluarga korban serta unsur SAR gabungan.
Namun, karena kondisi hari yang mulai gelap, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Rabu.
Tim SAR Gabungan dibagi menjadi tiga regu, yakni regu air menggunakan perahu karet, regu darat melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai sisi kiri dan kanan, serta regu udara yang memantau menggunakan drone.
Sekitar pukul 13.02 WIT, tim darat menemukan korban sejauh kurang lebih 500 meter dari lokasi awal kejadian dalam keadaan meninggal dunia.
Selanjutnya, korban dievakuasi ke Puskesmas Skouw sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk penanganan lebih lanjut.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Jayapura, Polsek Muara Tami, Koramil Muara Tami, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak,” pungkasnya.
