Pasific Pos.com
Headline Olahraga

Papua Tolak Sumsel Jadi Tuan Rumah Pendamping PON

Kenius Kogoya

Jayapura – Provinsi Papua dengan tegas menolak Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) jadi tuan rumah pendamping PON 2021.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya menegaskan, PON XX Oktober tahun ini hanya digelar Tanah Papua dan tidak digelar di daerah lain.

PON XX Papua digelar 2-15 Oktober 2021 mendatang. Multi event olahraga itu akan mempertandingkan 37 cabor.

“Kami tidak setuju atau menolak 10 cabor dipertandingkan di provinsi Sumatera Selatan, wacana yang digaungkan Komisi X DPR RI itu terkesan aneh dan tidak masuk akal,” tegas Sekretaris KONI Papua, kepada wartawan, Rabu (17/2/21) malam.

Kenius menegaskan, PON XX hanya di Papua, 10 cabang olahraga yang dicoret dari PON Papua nanti baru dipertandingkan di Sumut-Aceh tahun 2024.

” wacananya 10 cobor yang dicoret akan digelar di Sumsel itu tidak bisa, PON-nya kan hanya digelar di Papua,. Saya pikir itu tidak masuk di akal, tidak ada diselenggarakan di dua tempat, kami Papua jelas menolak itu,” tegasnya.

Wacana Komisi X DPR RI tersebut mustahil untuk terjadi. Pasalnya, menurut Kenius, untuk menjadi tuan rumah PON butuh anggaran yang tak sedikit, apalagi harus mendadak.

“Saya pikir provinsi sumsel itu juga tidak siap menggelar 10 cabor itu, dan mereka pasti belum siap juga dianggaran,” kata Kenius.

Wacana Sumsel bakal mempertandingkan 10 cabor yang dicoret dari PON XX itu menguak dalam kunjungan Anggota Komisi X DPR RI di Sumatera Selatan, Senin lalu.

Anggota Komisi X DPR RI menyetujui jika 10 cabor tersebut dipindahkan ke Sumsel. Hal tersebut diungkapkan H Hendri Zainuddin selaku Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) KONI Sumsel.

“Dalam reses Komisi X DPR RI (yang membidangi pemuda dan olahraga) ke Pemerintah Provinsi Sumsel, pak Gubernur mengusulkan 10 cabor yang tidak dipertandingkan di Papua main di Sumsel,” kata HZ ,sapaan H Hendri Zainuddin.

“Pimpinan Komisi X DPR RI setuju dan memastikan 10 cabor dipertandingkan di PON XX tidak di Papua. Semua di Sumsel,” tambahnya.

Sumsel bersikeras menggelar pertandingan 10 cabor tersebut, mengingat ada beberapa cabor yang menjadi andalan Sumsel untuk mendapatkan medali seperti ski air.

“Dari 10 cabor tersebut ada beberapa cabang olahraga yang memang menjadi andalan Sumsel untuk meraih emas. Diantaranya ski air yang memang dalam dua PON sebelumnya langganan emas,” ungkapnya.

Artikel Terkait

PON XX, Keamanan Jadi Tanggungjawab Semua Pihak

Afrans

Pemprov Bentuk Tim Khusus PON XX Papua

Afrans

Bidang Arena Butuh Anggaran Rp 200 M Lebih

Afrans

Komisi II DPR Papua Minta PB PON Gunakan 80 Persen Produk Lokal

Afrans

Kadis Kominfo Kungjungi Kantor Berita Antara, Bahas Pembangunan Videotron di Sub PB PON XX

Afrans

Alex Kapisa: Atlet Papua Bisa Berlatih di Venue PON

Afrans

PON XX, Papua Usulkan Inpres Baru

Afrans

Kenius Kogoya: Kontingen PON Papua Terbentuk Bulan Juli

Afrans

Perpani Papua Target Awal Mei Venue dan Asrama Panahan Harus Rampung

Afrans