Papsel Sasaran PSN, Gubernur Apolo Bahas Percepatan Swasembada Dengan Wamenko
MERAUKE– Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq membahas percepatan pembangunan swasembada pangan, energi dan air nasional di Jakarta, Rabu (3/6).
“Kami sangat bersyukur, terimakasih pak menteri terutama kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menetapkan Papua Selatan sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN),”kata Gubernur Apolo.
Ia mengungkapkan, diperlukan penguatan aspek sosial dan budaya guna memastikan pelaksanaan program berjalan secara inklusif, berkelanjutan serta memperhatikan karakteristik dan kearifan lokal masyarakat.
Di antaranya untuk program ketahanan pangan di Kampung Wanam dan perkebunan tebu untuk bio etanol di Kampung Sermayam, Distrik Jagebob. Beberapa hal telah dilakukan pemerintah provinsi untuk pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Menurut gubernur pemaparan Wamenko sangat penting dan menjadi masukan untuk mengantisipasi potensi konflik yang mungkin akan terjadi dan menghambat program PSN. Target produksi gula dan bio etanol saat ini sedang berjalan. Program ini di awali dengan riset pada 2015 lalu di 2025 dilakukan pembibitan jenis varietas tebu.
Kemudian dilanjutkan dengan adaptasi tanah disesuaikan dengan cuaca. Saat ini sedang dilakukan persiapan produksi dan jika tidak ada halangan, tahun depan sudah mulai produksi gula. Sesuai data, penduduk di Indonesia mengkonsumsi 5 juta ton gula per tahun. “Kalau kita maksimalkan sampai tahun depan, maka bisa menghasilkan tiga setengah ton juta gula.
Artinya di 2029 sudah bisa swasembada gula, dan anggaran yang dihasilkan bisa dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur lain,”terang gubernur. Menyangkut program ketahanan pangan, saat ini tengah berlangsung proses intensifikasi berupa oplahan. Sebagian lahan-lahan yang selama ini tidak digarap, kembali dikembangkan.
Kemudian tanah yang sebelumnya ditanam satu kali, kini sudah tiga kali tanam dalam satu tahun. Tahun ini sudah 70 ribu hektar lahan sudah dibuka untuk program ketahanan pangan dan akan terus dibuka secara bertahap sesuai dengan setiap tahun.
Gubernur mengungkapkan, sebagian masyarakat merasa terbantu dengan adanya program swasembada pangan dan mendukung program PSN. Tetapi secara faktual, ada beberapa kelompok masyarakat yang melakukan penolakan. Penolakan ini telah disampaikan secara luas oleh seluruh warga di tanah Papua dan juga di Papua Selatan.
“Ini yang perlu kita bijaki, perlu melakukan sosialisasi supaya mencegah dampak negatif yang mungkin bisa terjadi dengan hadirnya PSN ini,”pungkasnya.(Iis)
