Papua Voor Holland Gelar Konvoi Perdana
Jayapura,-Menjelang perhelatan akbar FIFA World Cup 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 12 Juni hingga 28 Juni 2026, antusiasme pecinta sepak bola mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Papua.
Berbagai bendera negara peserta Piala Dunia tampak dijual di sepanjang jalan Kota Jayapura, bahkan menghiasi kendaraan pribadi maupun angkutan umum sebagai bentuk dukungan kepada tim favorit masing-masing.
Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan pelepasan konvoi perdana komunitas Papua Voor Holland yang berlangsung di kediaman mantan Wali Kota Jayapura dua periode, Benhur Tomi Mano (BTM), Rabu (3/6/2026).
Dalam sambutannya, BTM mengaku bangga melihat antusiasme para pendukung tim nasional Belanda yang memenuhi halaman rumahnya dengan warna oranye, warna identik tim berjuluk De Oranje tersebut.
“Ketika melihat warna oranye yang memenuhi halaman ini, saya tidak hanya melihat warna sebuah tim sepak bola. Saya melihat semangat, kebersamaan, persaudaraan, dan anak-anak Papua yang mampu berkumpul karena kecintaan yang sama terhadap olahraga,” ujar BTM.
Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang dan pilihan dukungan. Ada yang mendukung Belanda, Brasil, Argentina, Inggris, bahkan tim yang jarang meraih kemenangan, namun tetap setia memberikan dukungan.
“Sepak bola mampu menyatukan orang dari berbagai latar belakang. Tetapi ketika peluit pertandingan berakhir, kita semua tetap satu keluarga besar. Kita tetap orang Papua dan tetap masyarakat Kota Jayapura,” katanya.
BTM memberikan apresiasi kepada komunitas Papua Voor Holland yang dinilai mampu menghadirkan ruang kebersamaan dan persaudaraan melalui olahraga. Ia menegaskan bahwa konvoi yang digelar bukan sekadar iring-iringan kendaraan, melainkan simbol persatuan dan semangat sportivitas.
“Konvoi hari ini adalah simbol bahwa anak-anak muda Papua mampu menunjukkan kecintaan terhadap olahraga dengan cara yang positif. Simbol bahwa kegembiraan dapat dirayakan tanpa kekerasan, bahwa perbedaan pilihan tidak harus melahirkan permusuhan, dan bahwa semangat kompetisi harus berjalan bersama sportivitas,” ujarnya.
BTM juga mengingatkan seluruh peserta konvoi agar menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia meminta para peserta menghormati pengguna jalan lainnya serta aparat keamanan yang bertugas mengawal kegiatan tersebut.
“Jadilah contoh yang baik di jalan raya. Tunjukkan bahwa komunitas sepak bola Papua adalah komunitas yang tertib. Jangan memancing keributan dan jangan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
BTM berharap masyarakat yang menyaksikan konvoi tersebut dapat melihat bahwa generasi muda Papua mampu merayakan kegembiraan dengan tertib dan bermartabat.
Lebih lanjut, ia menilai Papua membutuhkan lebih banyak ruang-ruang persaudaraan yang mampu menyatukan masyarakat di tengah berbagai perbedaan. Menurutnya, olahraga merupakan salah satu bahasa persatuan yang paling mudah dipahami oleh semua kalangan.
Karena itu, BTM berharap komunitas Papua Voor Holland tidak hanya hadir saat momentum pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi wadah yang membawa semangat solidaritas, kepedulian sosial, dan persaudaraan bagi masyarakat Papua.
“Mari kita jadikan olahraga sebagai sarana mempererat persahabatan. Mari kita jadikan sepak bola sebagai jembatan persatuan. Dan mari kita tunjukkan kepada Indonesia bahwa Papua adalah tanah yang penuh semangat, kreativitas, persaudaraan, dan cinta damai,” pungkasnya.
