Momen Hari Lansia Nasional, Lansia Di Merauke Ikut Sharing Session

MERAUKE,- Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional, Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Papua bersama Komunitas Lansia Adas Manis dan didukung Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan menyelenggarakan kegiatan sharing session dengan topik “Menjadi Lansia itu pasti! Memiliki Mental yang Sehat itu Pilihan! Ayo, tong berbagi cerita” bertempat di aula Perpustakaan Daerah Merauke, Jumat (29/5).

Narasumber yang dihadirkan yaitu Devita Marthin, S.Psi., M.Psi, Psikolog selaku Ketua IPK Indonesia Wilayah Papua dan Ketua Komunitas Lansia Adas Manis, Yustina Kamisopa. S.Sos dan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan, Yunus Yod.

Dalam kesempatan itu turut dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia dan disediakan sejumlah hadiah door prize menarik. Yunus Yod mengharapkan agar para lansia tetap semangat dalam menjalani kehidupan dan pihak dinas senantiasa mendukung. Sejumlah program sudah disusun namun harus disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang mana telah mengalami efesiensi untuk saat ini.

Oleh sebab itu program untuk lansia belum dapat terealisasi tahun ini. Namun begitu pihak dinas akan mengupayakan agar tahun depan dapat dimasukkan sehingga kegiatan-kegiatan lansia terakomodir. “Program untuk lansia harus tetap berjalan agar mereka lebih diperhatikan. Mari kita sama-sama berdoa agar rencana yang disusun dapat terlaksana dengan baik.

Kami juga punya program terkait keberadaan panti integrasi khusus dan sudah diajukan, semoga bisa diakomodir tahun 2027. Nantinya ada ruang khusus untuk lansia di dalamnya sehingga para lansia dapat dirangkul begitu pula kegiatan yang dilaksanakan,” ungkapnya.

Sementara itu Devita Marthin mengemukakan, pihaknya memberi perhatian penuh kepada lansia khususnya yang berkaitan dengan kesehatan mental yang sangat penting untuk lansia. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat yang telah memasuki usia lanjut mengalami masalah kesehatan mental.

Salah satu penyebab adalah kondisi dimana aktivitas tidak lagi sepadat dulu sehingga lebih banyak berada di rumah. Beberapa orang cenderung tidak siap dengan situasi tersebut sehingga akan merasa jenuh. Berbagai dinamika bisa saja terjadi dan dihadapi oleh para lansia di lingkungan sekitarnya.

“Ketika seseorang dengan kondisi mental yang tidak stabil maka saat berinteraksi dengan lingkungan tidak akan bisa optimal, ” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Yustina Kamisopa menambahkan, lansia memiliki peran penting karena sudah melalui proses yang cukup panjang dalam kehidupan.

Hal yang paling rentan di usia lanjut lebih kepada mental, kecemasan dan lain sebagainya. Namun dengan hadirnya komunitas-komunitas lansia maka para lansia mendapatkan wadah untuk bersosialisasi dan berinteraksi. “Momen hari ini adalah momen penting untuk kita berdiskusi dan berbagi cerita di antara lansia sehingga menambah wawasan, ” ungkapnya.(Iis)

Related posts

Perluas Edukasi Keselamatan, Astra Motor Papua Gelar Sosialisasi Safety Riding di Manokwari

Fani

Hengky Korwa : Natal dan Tahun Baru 2025 Adalah Momen Suci yang Harus dijaga Bersama, Mari Jaga Kedamaian

Fani

Guru Honorer Ditembak Di Malam Natal

Fani

Optimalisasi Teknologi Internet Of Things Penyulingan Minyak Kayu Putih Fokus Pada Industri Rumahan Kampung Perbatasan 

Bams

Di Momen Pengajian Akbar, Wakil Bupati Merauke Sampaikan Apresiasi Kepada Majelis Taklim

Bams

Tinjau Satuan dan Beri Perhatian Penuh Prajurit di Wanam, Pangdam XXIV/Mandala Trikora Dampingi Menhan RI

Fani

Leave a Comment