Ketua Fraksi NasDem DPRK Yahukimo Dukung Langkah Bupati Pulihkan Layanan Penerbangan, Ajak Lindungi Misionaris dan Pelayanan di Pedalaman 

DEKAI – Ketua Fraksi Partai NasDem DPRK Yahukimo, Yafet Saram, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, dalam memulihkan layanan penerbangan pasca insiden penembakan pilot dan pembakaran pesawat milik Yayasan AMA di Distrik Subaham.

 

Yafet menilai peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga menghambat pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Yahukimo.

 

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Yahukimo yang terus menunjukkan komitmen dan jiwa besar dalam menjaga jalannya pemerintahan di tengah situasi keamanan yang penuh tantangan. Bersama TNI-Polri, pemerintah daerah terus berupaya menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

 

Menurut Yafet, selama hampir tiga tahun terakhir Kabupaten Yahukimo menghadapi berbagai gangguan keamanan, mulai dari peristiwa di Anggruk, Holuon hingga insiden terbaru di Distrik Subaham. Namun kondisi tersebut tidak boleh menghentikan roda pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

 

Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pilot Yayasan AMA serta pembakaran pesawat yang selama ini menjadi sarana transportasi utama masyarakat pegunungan.

 

Yafet mengingatkan bahwa keberadaan para misionaris di Tanah Papua memiliki sejarah panjang. Menurutnya, mereka telah datang jauh sebelum Indonesia merdeka dengan membawa misi pelayanan dan pemberitaan Injil.

 

“Para misionaris datang ke Papua ketika Indonesia belum merdeka. Mereka datang membawa satu misi, yaitu memberitakan Injil keselamatan agar masyarakat yang saat itu hidup dalam kegelapan dapat mengenal terang Kristus. Dari pelayanan itulah kemudian lahir banyak perubahan. Pendidikan mulai berkembang, pelayanan kesehatan hadir, dan akhirnya pemerintah juga bisa membangun hingga hari ini. Semua itu merupakan pemberian dan berkat Tuhan yang patut kita syukuri,” katanya.

 

Karena itu, Yafet mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Tuhan.

 

“Firman Tuhan dengan jelas mengajarkan agar kita tidak saling membunuh dan tidak saling memfitnah. Apalagi terhadap para misionaris yang menjadi perintis Injil, perintis pendidikan, dan perintis pelayanan kesehatan di pedalaman Papua. Mereka harus kita jaga dan lindungi sebagai orang-orang yang telah membuka jalan bagi kemajuan masyarakat. Dengan menghargai mereka, kita juga menjaga berkat Tuhan yang telah diberikan kepada daerah ini,” tegasnya.

 

Ia menilai tindakan menyerang guru, tenaga kesehatan maupun pilot bukanlah sebuah perjuangan, melainkan tindakan yang merugikan masyarakat sendiri.

 

“Kalau ingin memperjuangkan sesuatu, lakukan dengan cara yang baik dan jangan mengorbankan masyarakat sipil. Jangan menghambat pendidikan, kesehatan maupun pelayanan penerbangan karena semua itu adalah kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

 

Menurut Yafet, masyarakat di 51 distrik Kabupaten Yahukimo sangat membutuhkan pelayanan pendidikan agar anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik.

 

“Pendidikan adalah harapan masa depan anak-anak Yahukimo. Jangan sampai pelayanan pendidikan terhenti karena konflik. Anak-anak kita berhak memperoleh pendidikan yang layak untuk membangun masa depan mereka,” katanya.

 

Selain itu, ia menilai kondisi pelayanan kesehatan di distrik-distrik juga masih sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian bersama.

 

“Rakyat di 51 distrik sangat membutuhkan pelayanan kesehatan. Kalau para misionaris, tenaga kesehatan, maupun pilot diperlakukan seperti ini, siapa lagi yang mau mengantar obat-obatan, tenaga medis, dan pelayanan kesehatan ke kampung-kampung? Karena itu kita harus saling melindungi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

 

Yafet juga menegaskan bahwa para pilot membutuhkan perlindungan dari seluruh pihak karena mereka merupakan penghubung utama masyarakat pedalaman dengan dunia luar.

 

“Pilot, para misionaris, guru, dan tenaga kesehatan adalah para perintis pelayanan di daerah pedalaman. Mereka datang dengan niat melayani masyarakat. Jangan sampai mereka justru menjadi sasaran kekerasan. Kalau itu terus terjadi, maka pengorbanan para pendahulu yang telah bersusah payah membawa kabar baik, pendidikan, dan pelayanan kesehatan ke Papua akan menjadi sia-sia,” katanya.

 

Ia menjelaskan sekitar 90 persen penduduk Yahukimo tinggal di 50 distrik yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara. Karena itu, terhentinya penerbangan otomatis menghentikan distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas pemerintahan.

 

Yafet mengapresiasi langkah cepat Bupati Didimus Yahuli yang telah bertemu dengan pihak Yayasan AMA guna membangun komunikasi dan memulihkan kepercayaan setelah peristiwa tersebut.

 

“Kami memahami pihak Yayasan AMA beserta keluarga besar penerbangan masih berada dalam suasana duka. Namun pemerintah daerah telah menunjukkan itikad baik dengan membangun komunikasi agar pelayanan dapat kembali berjalan. Kami di DPRK Yahukimo memberikan dukungan penuh kepada Bupati dalam upaya tersebut,” katanya.

 

Ia berharap seluruh maskapai dan yayasan penerbangan yang selama ini melayani Yahukimo dapat kembali beroperasi karena masyarakat masih sangat membutuhkan pelayanan tersebut.

 

Atas nama masyarakat Yahukimo, Yafet turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban, Yayasan AMA, para pilot, dan seluruh insan penerbangan atas insiden yang terjadi.

 

“Kami menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita yang mendalam. Kami memahami bahwa keluarga korban, para pilot, dan seluruh jajaran Yayasan AMA masih berada dalam suasana duka. Namun kami berharap semangat pelayanan kemanusiaan yang selama ini telah diberikan kepada masyarakat Yahukimo tetap terjaga sehingga pelayanan penerbangan dapat kembali berjalan normal,” ujar Yafet.

 

Ia menegaskan, pulihnya layanan penerbangan akan menjadi kunci bangkitnya pelayanan publik di Kabupaten Yahukimo.

 

“Jika penerbangan kembali beroperasi, maka sekolah-sekolah dapat kembali dibuka, pelayanan kesehatan di distrik-distrik dapat berjalan, roda pemerintahan kembali normal, distribusi logistik dan kebutuhan pokok kembali lancar, serta aktivitas perekonomian masyarakat dapat pulih. Kehadiran transportasi udara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Yahukimo, sehingga kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga keamanan demi keberlangsungan pelayanan tersebut,” tuturnya.

 

Di akhir pernyataannya, Yafet mengingatkan seluruh aparat pemerintahan di tingkat kampung maupun distrik agar menjalankan tanggung jawab kepemimpinannya dengan baik.

 

“Kepala kampung harus menjadi pemimpin yang hadir bagi masyarakat di kampungnya. Kepala distrik atau camat harus benar-benar memimpin di wilayah distriknya. Jangan sampai suatu wilayah tidak memiliki kepemimpinan yang kuat sehingga terjadi kelengahan dan masyarakat menjadi korban. Setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, serta memastikan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan penerbangan tetap berjalan,” tegasnya.

 

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga keamanan, menghormati para pelayan kemanusiaan, serta memastikan pembangunan di Kabupaten Yahukimo terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat di seluruh 51 distrik.

 

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita bersatu, saling melindungi, menjaga para perintis Injil, guru, tenaga kesehatan, pilot, serta seluruh masyarakat. Dengan keamanan yang terjaga, pelayanan dapat berjalan, pembangunan terus berlanjut, dan masyarakat Yahukimo dapat hidup lebih sejahtera,” pungkasnya.

Related posts

KKB Bunuh Warga Sipil di Yahukimo

Fani

Polisi Limpahkan Pelaku Spesialis Penadah Motor Curian ke Kejari Jayapura

Fani

IPI Kecam Keras Insiden Pesawat PK-RCY

Fani

Ekonomi Papua Pegunungan Tumbuh Moderat Meski Tertekan Kuartalan

Fani

Kisah Mesak Puji Pelayanan JKN saat Berobat

Fani

Polisi Ungkap Dalang Kebakaran Tanjung Ria, Tersangka Terancam 9 Tahun Penjara

Fani

Leave a Comment