Keluarga Yemis Yohame Serukan Tenang, Proses Hukum Jadi Prioritas

YAHUKIMO – Pasca rangkaian ibadah syukuran dan pemakaman almarhum Yemis Yohame, keluarga bersama pemerintah daerah menyampaikan pernyataan resmi yang menekankan pentingnya menjaga ketenangan serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Ketua Rukun Keluarga Angguruk, Pronggoli, Panggema, dan Kosarek (RK ANPROPAKOS), Frans Mulikma, mengatakan bahwa keluarga besar masih dalam suasana duka mendalam atas kepergian almarhum yang diduga menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal. Meski sempat mendapat perawatan medis intensif di rumah sakit, almarhum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 21 April.

Proses pemakaman yang berlangsung pada 23 April berjalan aman dan tertib, dengan dukungan penuh dari pemerintah distrik, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam pernyataannya, Frans menegaskan bahwa keluarga telah sepakat untuk tidak menempuh jalur hukum adat maupun tindakan kekerasan. Seluruh penanganan kasus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum guna dilakukan penyelidikan secara profesional.

“Kami percaya proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya. Keluarga juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan pihak tertentu sebagai pelaku,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya di luar RK ANPROPAKOS, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Senada dengan itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Yafet Saram, menyampaikan bahwa seluruh unsur pemerintah bersama tokoh masyarakat dan keluarga dari sembilan distrik telah berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif.

Menurutnya, seluruh rangkaian prosesi duka hingga ibadah syukuran telah berjalan dengan baik tanpa gangguan berarti.

Yafet juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan klaim atau informasi yang belum terbukti, terutama melalui media sosial. Ia meminta semua pihak menahan diri dan menghormati keluarga yang tengah berduka.

Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, baik yang mengaitkan kelompok tertentu maupun aparat, keluarga menegaskan bahwa seluruh klaim tersebut belum memiliki dasar bukti yang valid.

Karena itu, keluarga meminta semua pihak menghentikan spekulasi dan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara objektif.

Keluarga besar juga menyatakan dukungan penuh kepada pihak kepolisian dalam mengusut tuntas kasus tersebut, dengan harapan pelaku segera ditemukan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Di tengah situasi duka, keluarga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Yahukimo.

 

Related posts

DPRK dan KNPI Nduga Soroti Krisis Hunian Mahasiswa, Minta Pemerintah Daerah Segera Bertindak

Jems

SD Inpres Tambat Merauke Jadi Pilot Project Program Agro Science Kids Lab

Bams

Salimah Makin Berkibar, Lantik Pimpinan Cabang Dan Ranting Tiga Distrik

Bams

Nahkodai Kerukunan Keluarga Luwu Raya Papsel, Ahmad Nurung Ungkap Komitmen Ikut Bangun Daerah

Bams

Dandim 1708/BN Raih Penghargaan Dansatgas TMMD Terbaik Kedua Se Indonesia

Fani

Herman Doga: Kerukunan Masyarakat Tetap Dijaga Usai Putusan MK

Jems

Leave a Comment