Karantina Papua Kawal Ekspor Tuna Beku Rp 1,9 Miliar ke Pasar AS

JAYAPURA,- Komoditas perikanan unggulan Papua kembali merambah pasar internasional. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Papua resmi melepas ekspor 17,8 ton daging tuna beku tujuan Amerika Serikat, Selasa (24/2).

Pelepasan ekspor perdana di tahun 2026 ini mencatatkan nilai sebesar Rp1,9 Miliar. Seluruh komoditas telah dinyatakan sehat dan memenuhi standar keamanan pangan internasional setelah melalui pemeriksaan fisik yang ketat oleh petugas karantina di Pelabuhan Laut Jayapura.

Plt. Kepala Karantina Papua, Krisna Dwiharniati, menjelaskan bahwa pengiriman berpotensi memiliki tren positif dari tahun sebelumnya. Pada 2025, Papua sukses mengekspor 20 ton produk serupa dengan nilai mencapai Rp 2 Miliar. Sementara itu di awal tahun 2026 nilai ekspor sudah 1,9 Miliar dan akan terus meningkat sampai akhir tahun.

Krisna menekankan bahwa kelancaran ekspor saat ini didukung penuh oleh transformasi digital melalui sistem SSM QC (Single Submission Quarantine Customs).

“Proses pengajuan ekspor kini jauh lebih cepat dan efisien. Sistem satu pintu ini mengintegrasikan layanan karantina dan bea cukai, sehingga pelaku usaha mudah untuk mengajukan permohonan,” ungkap Krisna.

Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, yang hadir langsung dalam acara pelepasan tersebut memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi industri perikanan di Jayapura. Menurutnya, aktivitas ekspor ini merupakan bukti nyata potensi laut Papua yang diakui dunia.

“Kami berharap semakin banyak pengusaha yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan lokal kita,” ujar Aryoko.

Meski menunjukkan performa positif, Krisna mengungkapkan bahwa ekspor dari Papua masih menghadapi tantangan logistik. Saat ini, Pelabuhan Jayapura belum berstatus sebagai pelabuhan internasional, sehingga komoditas ekspor harus transit terlebih dahulu melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Ini menjadi harapan kita bersama agar ke depan Pelabuhan Laut Jayapura dapat berkembang dan ditetapkan sebagai pelabuhan internasional. Hal ini tentu akan memangkas biaya logistik dan mempermudah eksportir dalam menjalankan perdagangan antarnegara secara langsung,” pungkasnya.

Related posts

TNI Tetap Terapkan Strategi “Soft Approach” di Papua

Fani

Satgas Halal JPH Papua dan BI Perkuat Sertifikasi Juru Sembelih Halal

Fani

Jasa Raharja Papua Dukung Keselamatan Transportasi Lewat FKLL

Fani

TP-TGR Papua Sidangkan 6 Perkara  untuk Pulihkan Rp 1,5 Miliar Keuangan Daerah

Bams

Dukung Pembangunan Kantor Klasis Port Numbay, Gubernur Bantuan Rp 3 Miliar

Bams

Kunker Ke Sarmi,  Ini Agenda Pj Gubernur Papua

Bams

Leave a Comment