Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Hasil Reses di Dua Kabupaten, Namantus Gwijangge Temukan Banyak Masalah

Namantus Gwijangge
Anggota Komisi V DPR Papua, Namantus Gwijangge.

Jayapura, – Anggota Komisi V DPR Papua, yang membidangi Kesehatan, Namantus Gwijangge mengatakan, saat pihaknya turun melakukan reses baru-baru ini ke Kabupaten Jayapura dan Kabupeten Keerom menemukan banyak masalah di dua kabupeten tersebut. Terutama dalam konteks penanganan covid di Provinsi Papua

Pasalnya kata Namantus, keluhan yang kami dapat itu bukan dari masyarakat, melainkan dari para tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam mengurus pasien covid di Kabupaten Jayapura juga Keerom.

“Memang ada sebagian yang sudah dapat hak insentif, tetapi masih ada juga yang belum dibayar insetifnya,”bebernya.

Ditegaskannya, ini yang menjadi pertanyaan bagi kami. Selama ini dana covid itu dikemanakan, sampai-sampai insetif dari para tenaga medis kenapa belum dibayar.

Sementara disisi lain, lanjut Namantus, masyarakat juga mengeluh soal penyebaran dan penjualan minuman keras (Miras), yang hari ini sangat meresahkan masyarakat.

Menurut Politisi Partai Perindo ini, meskipun Miras ini termasuk pemasok PAD terbesar, namun dapat merusak masa depan orang banyak terutama generasi Papua.

Oleh karena itu legislator Papua ini minta pemerintah untuk mencabut ijin peredaran miras di Tanah Papua

“Ijin ini harus dicabut saja, karena tidak ada untungnya malah menghancurkan masa depan. Masih ada usaha lain yang bisa kita kelolah dengan baik yang juga bisa menunjang perekonomian, dari pada miras yang mengorbankan banyak nyawa,”tandas Namantus Gwijangge.

Ketika disingung soal pendidikan, Namantus mengatakan, pendidikan dalam konteks covid-19, ternyata banyak orang tua murid yang mengeluh tentang mekanisme tata cara pendidikan di era covid-19 ini.

“Jadi para orang tua murid meminta ada pemberlakuan khusus soal pendidikan di Papua dalam masa covid-19 ini,”jelasnya.

Menurut Namantus Gwijangge, penyakit pendemi Covid-19 ini tidak terlalu mengancam keberlangsungan hidup masyakat.

Apalagi tambahnya, jika dilihat persentasi penyembuhan saat ini jauh lebih besar dari angka kematian.

“Jadi kami sarankan dalam penanganan covid ini jangan terlalu berlebihan. Sebab masih banyak kebutuhan yang harus diutamakan. Lebih baik anggarannya digunakan untuk membangun kebutuhan yang lebih penting,”tekannya.

Artikel Terkait

Ketua Komisi V DPR Papua Banyak Terima Keluhan dari Warga Perbatasan Kota Jayapura dan Keerom

Tiara

Diakhir Kegiatan Reses, Fauzun Nihayah Buka Sekolah Restorasi

Tiara

Reses Di Kampung Kumaaf, Fauzun Nihayah Serap Aspirasi Warga

Arafura News

Reses di Daerah Perbatasan, Tarius Mul Serap Banyak Aspirasi

Pasific Pos

Komisi V Menilai Ada Kelalaian Dalam Penanganan Alh. Hanafi Retob

Tiara

Komisi V DPR Papua Minta, Puskesmas Harus Dioptimalkan Kembali

Tiara

Komisi V Minta, Pemerintah Segera Tunjuk Satu Rumkit Khusus Tangani Pasien Umum

Tiara

Keluarga Korban Hanafi Rettob Datangi Komisi V DPR Papua Minta Dukungan

Tiara

Pemerintah Harus Bantu Anak OAP Yang Ingin Lanjutkan Kuliah

Tiara