Go Public, Jalan Baru Perusahaan Papua Tembus Pendanaan Besar
Jayapura – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua menyelenggarakan kegiatan Go Public Workshop 2026 dengan tema “Go Public sebagai Solusi Pendanaan di Tengah Tantangan Ekonomi Daerah” di Jayapura, Kamis, 4 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua, GAPENSI Papua, serta berbagai asosiasi usaha dan pelaku bisnis di Papua.
Workshop ini menghadirkan narasumber dari PT Bursa Efek Indonesia, PT BNI Sekuritas, dan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) yang membahas peluang pendanaan melalui pasar modal, strategi IPO, serta pengalaman menjadi perusahaan terbuka.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha mengenai peluang pendanaan melalui pasar modal, khususnya melalui skema Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO).
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi daerah, perusahaan membutuhkan alternatif pendanaan yang mampu mendukung ekspansi usaha secara berkelanjutan. Pasar modal hadir sebagai salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memperoleh sumber pendanaan jangka panjang sekaligus meningkatkan tata kelola dan daya saing usaha,” ujar Kresna.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 31 Mei 2026, terdapat 957 perusahaan tercatat saham dan 133 perusahaan penerbit obligasi dan sukuk di pasar modal Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 26 perusahaan berhasil mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp18,1 triliun.
Sementara itu, untuk instrumen Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), tercatat 181 emisi dari 79 perusahaan dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp216,6 triliun.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat perusahaan asal Papua yang menerbitkan saham maupun obligasi melalui pasar modal Indonesia.
Oleh karena itu, BEI Papua berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya perusahaan-perusahaan Papua yang siap memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pendanaan dan pertumbuhan usaha. Dari sisi investor, pasar modal Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Per 31 Mei 2026 jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 27 juta investor, sementara jumlah Single Investor Identification (SID) pasar modal di Papua per April 2026 telah mencapai sekitar 130 ribu investor.
BEI Papua menilai kondisi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap pasar modal.
Namun demikian, peningkatan jumlah perusahaan daerah yang memanfaatkan pasar modal masih menjadi pekerjaan bersama yang perlu terus didorong melalui edukasi, pendampingan, dan sosialisasi kepada dunia usaha.
Melalui program Papua Workshop Go Public 2026 , BEI terus berkomitmen mendampingi perusahaan-perusahaan potensial di Papua yang ingin mempelajari proses go public maupun alternatif pendanaan lainnya di pasar modal.
Pendampingan dan konsultasi tersebut dapat dilakukan tanpa biaya serta tanpa menimbulkan komitmen bagi perusahaan yang masih berada pada tahap penjajakan.
BEI Papua berharap semakin banyak perusahaan daerah, termasuk BUMD dan perusahaan swasta di Papua, yang dapat memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
