Ekonomi Papua Terpengaruh Pemulihan Tambang Freeport

Jayapura – Perekonomian Papua secara keseluruhan masih dipengaruhi oleh sektor pertambangan dan penggalian.

Saat ini, sektor pertambangan masih berada dalam fase pemulihan (recovery) akibat terjadinya longsor yang mengganggu operasional tambang Freeport.

Diketahui, pada September 2025, tambang Grasberg Block Cave atau GBC milik PT Freeport Indonesia mengalami longsor.

Freeport-McMoRan Inc dalam laporannya mengungkapkan operasi penuh GBC akan pulih total pada 2027. Tambang bawah tanah ini menyumbang lebih dari separuh total produksi Freeport.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman mengatakan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Papua yang tercatat berada pada kisaran minus 0,2 hingga minus 0,6 persen pada 2025.

“Hal ini disebabkan struktur Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Papua yang sebagian besar masih bertumpu pada sektor pertambangan dan penggalian atau sekitar 40 persen,” kata Faturachman.

“Sehingga setiap gangguan di sektor ini sangat mempengaruhi kinerja ekonomi secara keseluruhan,” ungkapnya, di Jayapura, Kamis, 22 Januari 2026.

Dia pun mengatakan, percepatan realisasi belanja pemerintah dinilai penting untuk menahan tekanan pertumbuhan ekonomi agar tidak terus minus.

“Selain itu, Papua masih memiliki potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru dari sektor pariwisata, pertanian, dan perdagangan yang perlu terus didorong,” ucapnya.

Faturachman menegaskan, ketergantungan pada satu sektor dapat berisiko tinggi lantaran ketika sektor tersebut mengalami gangguan, maka dampaknya langsung terasa pada perekonomian daerah.

Kendati sektor nontambang menunjukkan kinerja yang positif, namun, Faturachman bilang, belum mampu menutupi kontraksi yang terjadi.

Sektor nontambang pada 2025 lalu dikisaran 2,6 – 3,4 persen dari pertanian, konstruksi, transportasi, perdagangan, jasa, dan keuangan.

“Dari sejumlah sektor tersebut, konstruksi menjadi penyumbang terbesar, disusul oleh sektor pertanian dan perdagangan,” pungkasnya.

Related posts

Sepakati 9 Point Strategis, Legislator Papua Pegunungan Apresiasi Rakerda II Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua

Jems

Pertumbuhan Ekonomi Papua 4,11 Persen, Didorong Sektor Ini

Fani

BI Sebut Peredaran Uang Palsu di Wilayah Papua Menurun

Fani

Wacana Pemberian Izin Travel Trayek Manokwari – Teluk Bintuni Berujung Polemik

Fani

Polisi Tangkap WNA Asal Mesir Lantaran Buat Keributan Akibat Mabuk Ganja

Fani

Temui Ratusan Pedagang di Pasar Pharaa Sentani, Gibran Borong Dagangan Mama Papua

Jems

Leave a Comment